Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Wow...! Tumbuh Kencang Dana Kelolaan Reksa Dana Pasar Uang Tembus Rp100 Triliun

Thursday, 10 June 2021


JAKARTA - Sepanjang Mei, dana kelolaan atau atau asset under management (AUM) industri reksadana tercatat turun. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM pada akhir Mei sebesar Rp 536,29 triliun atau turun 5,59% dari bulan sebelumnya sebesar Rp 568,02 triliun.


Salah satu penyebab anjloknya dana kelolaan reksadana adalah AUM reksadana terproteksi yang merosot. Secara bulanan, dana kelolaan reksadana yang satu ini telah turun 28,79% menjadi Rp 98,62 triliun, dari sebelumnya Rp 138,49 triliun.


Sementara jenis reksadana yang mencatatkan pertumbuhan AUM paling tinggi adalah reksadana pasar uang. Tercatat, dana kelolaannya pada akhir Mei menjadi sebesar Rp 100,3 triliun atau tumbuh 7,45% dari posisi bulan sebelumnya Rp 93,35 triliun.


Manajer investasi Reza Fahmi menilai, kenaikan dana kelolaan reksadana pasar uang didorong oleh aksi switching para investor lantaran dari selisih bersih imbal hasil antara reksadana pasar uang dengan reksadana terproteksi tidak terlalu jauh. Ditambah lagi, reksadana pasar uang juga sangat likuid sehingga dijadikan pilihan investor untuk sementara ini. 


Senada, Manajer investasi Farash Farich meyakini imbal hasil di reksadana pasar uang dilihat relatif masih menarik dibandingkan instrumen pasar uang lainnya. Terlebih lagi, kondisi dalam jangka pendek saat ini, likuiditas di pasar keuangan masih sangat tinggi. 


“Pada akhirnya, banyak investor institusi keuangan yang memilih reksadana pasar uang karena memang likuiditas jangka pendek di institusi keuangan masih sangat tinggi,” imbuh Farash.


Ke depan, Farash melihat pertumbuhan unit penyertaan dan AUM industri reksadana akan membaik pada paruh kedua tahun ini. Hal ini didukung oleh pemulihan bisnis, pendapatan masyarakat yang diharapkan akan mendukung investasi di reksadana ke depannya.


Dikutip dari Sumber : Kontan.co.id