Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Horee, Kinerja Semua Jenis Reksa Dana Moncer

Tuesday, 08 June 2021


JAKARTA - Sejumlah rilis data ekonomi Indonesia menunjukkan tanda-tanda perbaikan di awal bulan Juni ini. Ini mendorong membaiknya kinerja pasar saham dan obligasi sehingga juga ikut memicu penguatan seluruh jenis reksa dana. 


Data inflasi Mei 2021 tercatat 0,32% atau lebih tinggi dari tingkat inflasi April sebesar 0,13% MoM. Indeks PMI Manufaktur Indonesia juga naik ke level tertinggi sejak tahun 2014 ke level 55,3 pada bulan Mei 2021 dari level 54,6 di bulan April 2021. Penguatan Indeks PMI ditopang permintaan baru, output, serta pembelian yang meningkat. 


Dengan demikian, Indonesia dinilai telah mencatatkan perbaikan ekonomi terutama di sepanjang bulan Mei yang didukung oleh tingkat konsumsi masyarakat serta produksi manufaktur Indonesia. Perbaikan data ekonomi tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga terjadi pada negara lain, di mana Negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Zona Eropa menunjukkan data yang positif.


Infovesta Utama dalam riset mingguannya yang dikeluarkan pada Senin (7/6) menuliskan, rilis data tersebut tentunya turut memberikan sentimen positif di seluruh jenis reksadana selama sepekan lalu. Penguatan reksa dana selama sepekan lalu dipimpin oleh reksa dana berbasis saham dengan penguatan mencapai 1,57%.


“Penguatan reksa dana saham juga didukung oleh kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 1,98% seiring dengan aksi beli bersih investor asing pada saham Indonesia selama sepekan penuh dengan total sebesar Rp 2,68 triliun,” tulis Infovesta Utama dalam risetnya.


Sama halnya dengan IHSG, pasar obligasi juga berhasil mencatatkan kinerja positif setelah Indeks Infovesta Government Bond naik 0,25% dan Infovesta Corporate Bond naik 0,14%. Kenaikan indeks obligasi pun membuat kinerja reksadana pendapatan tetap ikut tumbuh. Tercatat, reksadana pendapatan tetap membukukan kenaikan 0,33% dalam sepekan terakhir. Sementara reksadana pasar uang tercatat berhasil mencatatkan kenaikan 0,06%.


Namun di sisi lain, Infovesta Utama menyebut, investor tetap perlu berhati-hati terhadap beberapa isu yang masih membayangi seperti isu virus corona yang masih belum padam dan bahkan memuncak di beberapa negara. Di sisi lain juga mulai muncul isu tapering atau pengetatan kembali kebijakan moneter ketika inflasi sudah mulai naik.


Dikutip dari Sumber : Kontan.co.id