Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Reksa Dana Pendapatan Tetap Paling Unggul selama April

Tuesday, 04 May 2021


JAKARTA - Kondisi pasar keuangan mulai membaik selama April bila dibandingkan Maret. Kinerja reksa dana pendapatan tetap jadi yang paling unggul di antara jenis reksa dana lain. 


Berdasarkan data Infovesta Utama, Senin (3/5), rata-rata kinerja reksa dana pendapatan tetap yang tercermin dalam Infovesta 90 Fix Income Fund Index tumbuh 1,41% secara bulanan. Menyusul, rata-rata kinerja reksa dana pasar uang naik 0,24% secara bulanan mengutip Infovesta 90 Money Market Fund Index. 


Sedangkan, rata-rata kinerja reksa dana campuran yang tergambar dari Infovesta 90 Balanced Fund Index menurun 0,74% secara bulanan. Sementara, rata-rata kinerja reksa dana saham menurun tercermin dari Infovesta 90 Equity Fund Index yang minus 2,44% secara bulanan. 


Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan selama April memang terjadi perbaikan pasar modal, terutama di pasar obligasi. Tercatat, Infovesta Government Bond Index yang menilai kinerja obligasi pemerintah naik signifikan 1,26% secara bulanan. Kinerja obligasi korporasi yang tercermin dari Infovesta Corporate Bond Index naik 0,49% secara bulanan. 


Sentimen positif di pasar obligasi datang dari yield US Treasury yang sempat stabil dan cenderung bergerak menurun dari 1,7% ke 1,5%. Sementara, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sempat membaik dan tercatat naik tipis 0,17% secara bulanan.


Namun, kenaikan tersebut belum bisa mengangkat rata-rata kinerja reksa dana saham. Wawan mengamati kinerja reksa dana saham menurun karena aset saham big caps masih banyak dilepas oleh investor asing. Selain itu, kinerja reksa dana saham belum melaju kencang karena tertahan sentimen pelarangan mudik. 


"Ekspektasi penurunan pertumbuhan ekonomi dan pelarangan mudik membuat harapan awal yang tadinya pasar saham akan pulih, jadi meleset," kata Wawan. 


Alhasil, Wawan memproyeksikan pemulihan kinerja pasar saham berpotensi mundur hingga ke tahun depan, bukan di akhir tahun ini. "Memang distribusi vaksin terus berjalan, tetapi tidak dipungkiri ekonomi untuk bisa kembali positif masih membutuhkan waktu lebih jika melihat tren yang terjadi saat ini," kata Wawan. 


Sebaliknya, pasar obligasi jadi semakin menarik di tengah kondisi saat ini. Investor saat ini kembali pada pasar obligasi yang lebih aman. Selain itu, dengan harga obligasi yang sudah anjlok di Maret, membuat investor semakin tertarik dengan kemungkinan kenaikan harga obligasi ke depan. 


Dikutip dari Sumber : Kontan.co.id