Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Kabar Gembira, Produk Reksa Dana Syariah Bakal Kian Banyak Pilihan

Friday, 30 April 2021


JAKARTA — Sebagai indeks syariah tematik pertama yang diluncurkan Bursa Efek Indonesia, IDX-MES BUMN 17 langsung menarik minat kalangan manajer investasi untuk membuat produk reksa dana dengan underlying indeks tersebut. 


Sekretaris Jenderal Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Iggi Haruman Achsien mengatakan setidaknya ada dua manajer invetasi yang telah menyatakan minatnya untuk membuat produk investasi kolektif dengan aset dasar IDX-MES BUMN. 

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi menambahkan bahwa kedua manajer investasi yang dimaksud akan melakukan serangkaian prosedur untuk membuat produk reksa dana baru. 

Lebih lanjut Hasan mengatakan, indeks syariah menjadi indeks tematik yang menduduki urutan keempat porsi dana kelolaan atau asset under management (AUM) yang selama ini mendominasi AUM dari reksa dana dan ETF yang ada di Indonesia. 

“Di bawah LQ45, IDX30 dan indeks berorientasi ESG yaitu Sri KEHATI. Jadi mudah-mudahan dengan indeks baru yang terbit hari ini, dbertambah pilihan indeks syariah untuk dijadikan underlying pengelolaan dana ataupun pengukuran kinerja portofolio dari pengelola dana,” ujar Hasan. 

Menurut Manajer Investasi Gunanta Afrima mengatakan tren pengelolaan investasi bersifat pasif naik signifikan dalam beberapa tahun terakhir sehingga pelaku pasar memang memerlukan lebih banyak pilihan indeks yang bisa dijadikan acuan untuk investasi. 

Menurutnya, saat ini BEI telah memiliki cukup banyak indeks, tetapi indeks syariah masih terbatas yakni hanya ada indeks ISSI, JII, dan JII70 sehingga dia menyambut dengan baik kehadiran indeks syariah baru, khususnya yang tematik seperti IDX-MES BUMN 17. 

“Adanya indeks baru ini merupakan salah satu katalis dan bisa menjadi akselerator pertumbuhan reksa dana berbasis indeks syariah di Indonesia. Kami pelaku pasar menyambut baik dari peluncuran indeks ini,” katanya.

IDX-MES BUMN 17 juga dinilai dapat menghadirkan alternatif pilihan baru bagi investor, apalagi beberapa waktu belakangan jumlah investor syariah tumbuh pesat, terutama segmen ritel. 

Dikutip dari Sumber : Bisnis Indonesia