Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Tahun Ini Rekor Dana Kelolaan Akan Terulang Tembus Rp600 Triliun

Wednesday, 13 January 2021


JAKARTA - Dana kelolaan atau nilai aktiva bersih (NAB) produk reksa dana terus memecahkan rekor baru dari tahun ke tahun. Tahun ini, NAB reksa dana diyakini bakal kembali mencetak rekor baru, setidaknya menyentuh Rp600 triliun.

Selain karena pemulihan nilai aset reksa dana, pertumbuhan pembelian unit penyertaan (subscription) reksa dana juga menjadi pendorong kenaikan dana kelolaan industri investasi kolektif tersebut.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per 30 Desember 2020, nilai aktiva bersih (NAB) produk reksa dana secara industri mencapai nilai Rp573,54 triliun dengan unit penyertaan sebanyak 435,14 miliar unit.

Realisasi ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah reksa dana di Indonesia. Tercatat, sebelumnya NAB reksa dana mencapai level tertinggi Oktober 2019 yakni sebesar Rp553,26 triliun.

Kendati demikian, jika dilihat secara tahunan, posisi NAB reksa dana secara industri per akhir 2020 hanya tumbuh 5,79 persen secara year on year, dibandingkan posisi NAB reksa dana per akhir 2019 yang sebesar Rp542,17 triliun.

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan  momentum rebound yang sangat kuat pada kuartal IV/2020 lalu mengerek dana kelolaan untuk kembali naik menuju level prapandemi. Sejalan dengan itu, investor turut memanfaatkan momentum tersebut untuk masuk ke reksa dana.

Di sisi lain, Wawan menilai dana menganggur di masyarakat masih melimpah seiring masih terbatasnya kegiatan ekonomi akibat pandemi yang masih belum dapat tertangani, sehingga berpotensi untuk masuk ke industri reksa dana.

Apalagi masyarakat cenderung tidak memiliki banyak pilihan untuk berinvestasi, mengingat tren suku bunga rendah yang ada saat ini reksa dana bisa menjadi pilihan yang menarik karena potensi imbal hasil yang kompetitif dan ragam produk yang fleksibel.

“Tahun lalu DPK bank naik 17-18 persen sementara kreditnya kecil sekali jadi dana idle betul-batul banyak di masyarakat. Sebagian besar mengalir ke industri reksa dana, saya rasa tahun ini trennya akan seperti itu,” pungkas Wawan.
 
Dikutip dari Sumber : Bisnis Indonesia