Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Prospek KIK DIRE dan Dinfra Ikut Tertekan Pandemi

Wednesday, 24 June 2020


 

JAKARTA - Pandemi Covid-19 menekan semua sektor bisnis. Dampak negatif pandemi juga membebani produk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra) yang memegang aset sektor properti serta infrastruktur.

 

Kedua sektor padat karya tersebut mau tidak mau harus terkana imbas pengurangan bahkan penghentian aktivitas binsisnya demi mengurangi penyebaran virus korona. Instrumen DIRE dan Dinfra yang selama ini menikmati hasil pendapatan di sektor itu pun ikut terpengaruh.

 

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan fokus instrumen DIRE adalah mendapat imbal hasili dari pendapatan sewa dan peningkatan harga properti. Di tengah pandemi seperti ini, Wawan memproyeksikan sulit bagi sektor properti untuk bangkit.

 

"Kenaikan harga properti kemungkinan naik di tahun depan, sementara bisnis hotel tahun depan masih belum tentu membaik," kata Wawan.

 

Namun, Wawan memproyeksikan bagi DIRE yang memegang aset mal, arus pendapatan masih bisa masuk karena kebijakan kenormalan baru yang memperbolehkan mal mulai beroperasi.

 

Sementara, real estat perkantoran memang berpotensi lebih bertahan karena kontrak penyewaan biasanya berlanjut.  Namun, Wawan memproyeksikan pandemi berpotensi menurunkan harga sewa. Alhasil, imbal hasil dari DIRE berpotensi lebih rendah dari tahun lalu.

 

Begitu pun imbal hasil dari Dinfra yang memiliki aset tol. "Tol memang tidak ditutup tetapi pembagian dividen yang lebih rendah tetap bisa terjadi karena aktivitas penggunakan tol saat ini bisa lebih rendah dari sebelum pandemi menyerang," kata Wawan.

 

Dalam jangka pendek, Wawan memproyeksikan dana kelolaan KIK DIRE dan Dinfra berpotensi menurun. Begitupun dengan peluncuran produk baru. Namun, bila ada manajer investasi yang meluncurkan produk KIK dengan aset rumah sakit, Wawan memproyeksikan instrumen tersebut akan menarik di tengah pandemi.

 

"Bagaimanapun kurva pandemi belum melandai, jika PSBB diberlakukan kembali, maka imbal hasil DIRE di sektor properti akan makin menurun," kata Wawan. 

 

Sumber : Kontan