Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Reksa Dana Saham Masih Jadi Pilihan Utama Investasi

Wednesday, 11 September 2019


JAKARTA - Investor masih direkomendasikan instrumen reksa dana saham sebagai pilihan utama investasi, karena potensi return yang lebih menarik dibandingkan reksa dana jenis lainnya. Meskipun, pasar saham Indonesia terkoreksi sepanjang Agustus lalu, sedangkan obligasi di Tanah Air terapresiasi.

 

Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan, meski isu perang dagang memanas Agustus lalu, pasar saham Indonesia relatif lebih kuat dibandingkan dengan dengan pasar saham Amerika Serikat (AS) atau pasar saham Asia pasifik.

 

Tercatat, indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 0,97%, sedangkan pasar saham Amerika Serikat S&P 500 turun 1,81%, dan acuan pasar saham sharia Asia Pasifik, FTSE sharia Asia Pasifik anjlok 2,11% Agustus lalu.

 

“Hal ini menunjukkan Indonesia relatif kebal terhadap kemelut perang dagang antara AS dan Tiongkok, karena sebagai negara berkembang, porsi terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi dalam negeri,” jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (10/9).

 

Selain itu, kata Ivan, ketahanan ekonomi Indonesia juga tetap kuat, yang tercermin dari dijaganya rasio utang luar negeri terhadap PDB. Melihat hal tersebut, Bank Commonwealth merekomendasikan reksa dana untuk menjadi pilihan pertama untuk investasi khususnya reksa dana saham atau reksa dana pendapatan tetap tergantung dari profil risiko dan jangka waktu investasi.
 


Hingga akhir tahun 2019, lanjut dia, pihaknya masih lebih positif di kelas aset saham. Ini dengan pertimbangan perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan menjadi salah satu alasan dana asing embali masuk ke Indonesia, sebagai negara berkembang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi lebih baik dibandingkan dengan negara maju.

 

Sumber : Investor Daily