Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

PNM Investment Management Terbitkan RDPT UKM

Wednesday, 30 January 2019


 

Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Investment Management kembali menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) sektor riil yang diinvestasikan pada pembiayaan produktif untuk UKM di Indonesia. Reksa dana ini telah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Desember 2018. RDPT PNM Multisektroal VII telah mengumpulkan dana investor sebesar Rp250 miliar.

 

Pihak antara (intermediary) dalam penerbitan reksa dana ini adalah PT PNM Venture Capital yang merupakan anak perusahaan dari PT PNM (Persero).

 

Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji mengatakan, untuk tahap pertama ini, penerbitan RDPT PNM Multisektoral VII memiliki underlying MTN PNM VC seri A senilai Rp250 miliar. Selanjutnya, nilai RDPT akan ditingkatkan menjadi maksimal Rp500 miliar dengan tambahan underlyingMTN PNM VC seri B yang rencananya akan diterbitkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

 

Lanjutnya, MTN PNM seri A tersebut memiliki tenor 5 tahun, dan akan jatuh tempo pada 30 Januari 2024.

 

"PT PNM Investment Management fokus dalam pengembangan produk RDPT baik konvensional maupun syariah, untuk mendukung pengembangan sektor riil terutama infrastruktur, usaha potensial penghasil devisa, dan energi berkelanjutan, selain segmen UKM," jelas Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

 

Diketahui, tujuan penggunaan dana dari MTN ini adalah sebagai tambahan modal kerja untuk pembiayaan usaha produktif bagi UKM yang memiliki potensi untuk berkembang dengan risiko terukur.

 

Direktur Utama PT PNM (Persero) Arief Mulyadi mengatakan, hal seperti ini merupakan dorongan PNM selaku induk perusahaan kepada anak usaha agar semakin profesional.

 

"Itu untuk modal kerja mereka. Kami mendorong anak usaha agar semakin modern dan profesional. Karena kalau PNM Venture Capital ini sudah masuk capital market, yang lihat bukan hanya kami, tapi yang melihat itu para investor," jelas Arief.

 

"Ini akan jadi pemicu mereka. Sekarang sudah kami anggap modern, tapi ke depannya akan menjadi lebih modern dan profesional," pungkas Arief Mulyadi.


Sumber : WartaEkonomi.co.id