Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Simak, Peluang Penguatan IHSG Hari Ini Setelah Pekan Lalu Naik 2,1%

Monday, 05 November 2018


 

JAKARTA. Musim laporan keuangan mulai berakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih punya bekal sentimen negatif. Namun, bisakah indeks melanjutkan penguatan pekan lalu?

 

IHSG akhir pekan lalu, Jumat (2/11) sukses ditutup pada zona hijau di level 5.906 atau menguat sebanyak 1,21%. Dana asing lewat aksi net buy yang dilakukan investor asing sebanyak Rp 1,16 triliun pada Jumat.

 

Sedangkan dalam sepekan lalu, IHSG melaju 2,1%, dengan net buy asing Rp 4,5 triliun.

 

Beberapa analis memperkirakan IHSG hari ini, Senin (5/11) berpeluang melanjutkan penguatan karena berbagai sentimen negatif, terutama dari pasar eksternal. Sedangkan analis lain mewaspadai adanya aksi ambil untung. 

 

Analis Semesta Indovest Sekuritas Aditya Perdana Putra memperkirakan, IHSG memiliki beberapa pendukung penguatan. Dari eksternal, sentimen nilai tukar rupiah yang mulai menguat dan meredanya sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China memberikan sentimen positif ke pasar.

 

"Dari domestik ada data makroekonomi (inflasi) juga memberikan sentimen positif, begitu juga kebijakan yang membatalkan kenaikan cukai rokok," kata Aditya kepada Kontan, Jumat (2/11).

 

Karena itu, dia memperkirakan IHSG berpeluang menguat dengan kisaran support 5.870 dan resistance 5.960. Adapun sektor yang menarik untuk dilirik diantaranya, rokok, perbankan dan konstruksi. "Tiga sektor tersebut masih akan pickup di awal pekan depan," katanya.

 

Sedangkan Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, market sudah naik dalam beberapa hari terakhir. Sinyal koreksi mulai terlihat. 

 

"Sementara musim laporan keuangan berakhir, kami lihat market kemungkinan akan mulai profit taking awal pekan ini," jelas Hans kepada Kontan, Minggu (4/11).

 

Selain itu, pelaku pasar masih terus mengawasi perkembangan perang dagang antara AS dengan China. Di sisi lain, komunikasi AS dengan Iran tampaknya belum direspon baik dilihat dari perkembangan harga minyak.

 

"Kalau harga minyak masih tinggi, artinya defisit neraca transaksi berjalan (CAD) melebar, rupiah kembali melemah, diikuti pelemahan Down Jones pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Ini yang dilihat market, sehingga berpotensi koreksi," paparnya.

 

Senin, dia perkirakan IHSG bearish dengan level support 5.850 hingga 5.815 dan resistance 5.950 hingga 5.982. Adapun rekomendasi saham dari Investa Saran Mandiri adalah BWPT, BDMN, FORZ dan IIKP
 

Sumber : Kontan.co.id