Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Kinerja Neraca Perdagangan Picu IHSG Anjlok 1,83% ke 5.838

Tuesday, 15 May 2018


JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah level 5.900 setelah jatuh lebih dari 1% pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Ini seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali berada di level Rp14.000 per dollar AS.

 

Kejatuhan indeks dan nilai tukar rupiah ini dipicu oleh sentimen negatif laporan kinerja neraca perdagangan yang di bawah ekspektasi.

 

Hal itu juga mendorong investor asing menarik dananya. Tercatat investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp1,16 triliun pada perdagangan Selasa ini.

 

Analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, hasil rilis neraca perdagangan Indonesia per April yang defisit US 1,63 miliar memberikan sentimen negatif bagi rupiah dan IHSG. Defisit mencapai USD 1,63 miliar itu di bawah harapan yang perkirakan surplus USD 1,1 miliar.

 

Dari eksternal, menurut Nafan, kenaikan imbal hasil surat utang yang hampir mencapai tiga persen memberikan sentimen positif bagi dolar AS sehingga semua mata uang global termasuk rupiah terdepresiasi.

 

"Keadaan ini memberikan sinyal kuat kalau the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan mendatang sehingga memberikan sentimen negatif bagi rupiah dan IHSG," ujar Nafan.

 

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (15/5/2018), IHSG melemah 109,03 poin atau 1,83% ke posisi 5.838,11. Indeks saham LQ45 tergelincir 2,77% ke posisi 935,35.

 

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dollar AS. Hingga sore ini, rupiah berada di level Rp14.030 per dollar AS dibanding posisi kemarin yang berada di level Rp13.973 per dollar AS.

 

Sebanyak 218 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sementara itu, 154 saham menguat dan 117 saham diam di tempat. Sebanyak 8 Sektor saham berada di zona merah sehingga mendorong pelemahan IHSG. Sektor keuangan memimpin pelemahan dengan 2,96%, disusul sektor infrastruktur 2,51%.

 

Perdagangan saham siang ini terpantau cukup ramai dengan frekuensi perdagangan 408.721 kali, volume transaksi 9,9 miliar dengan nilai Rp 9,3 triliun. Sebanyak 154 saham menguat, 218 melemah dan 117 saham stagnan.

 

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup semarak. Total frekuensi perdagangan saham sebanyak 408.463 kali dengan volume perdagangan 9,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,3 triliun.

 

Sementara itu di kawasan regional bursa Asia ditutup bervariasi sebagai berikut:

  • Indeks Nikkei di Jepang  turun 0,21% menjadi 22.818,02
  • Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 1,23% menjadi 31.152,03
  • Indeks Shanghai di China menguat 0,57% ke level 3.192,12
  • Indeks Straits Times di Singapura  terkoreksi 0,62% menjadi 3.540,23

 

Sumber : Detikfinance.com/Liputan6.com/Diolah