Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Tetap Prospektif pada 2018, Saatnya Menanam Dana di Reksa Dana Saham

Tuesday, 23 January 2018


JAKARTA - Banyak yang menilai ketidakpastian akan mewarnai pasar modal di 2018. Maklum, tahun ini ada pelaksanaan pilkada serentak. Sentimen global juga banyak yang bikin deg-degan. Di awal tahun ini saja, ada sentimen shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS).

 

Toh, pelaku pasar modal meyakini prospek investasi reksadana tahun ini masih cerah. Beben Feri Wibowo, Analis Pasardana, mengatakan, industri reksadana tahun ini akan positif seiring fundamental ekonomi yang membaik. Prediksi dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berkisar 5%-5,3%.

 

Menurut Beben, pemerintah akan menggenjot pertumbuhan ekonomi tahun ini karena kesempatan untuk menurunkan suku bunga sempit. "Tahun ini jadi momentum presiden untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi di akhir masa kerjanya, hal tersebut dapat menjadi sentimen positif," kata Beben, Jumat (19/1).

 

Penyelenggaraan Asian Games juga bakal menggerakkan ekonomi. Prospek investasi reksadana semakin menarik dengan peluang kenaikan rating utang dari lembaga pemeringkat internasional.

 

Menurut Beben, Standard & Poor's berpeluang menaikkan rating investasi Indonesia. Dengan prediksi kondisi ekonomi yang positif, reksadana bisa menjadi pilihan investasi yang menarik dan memberi imbal hasil tinggi.

 

Tapi, industri reksadana juga berpeluang terkena sentimen negatif potensi gagal bayar surat utang Yunani. Menurut Beben, potensi gagal bayar ini muncul setiap tiga tahun sekali.

 

Sekadar mengingatkan, sentimen Yunani juga terjadi di 2015 dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan. "Apakah sentimen utang Yunani ini akan muncul di tahun 2018 atau tidak, ini yang jadi tantangan bagi kita," kata Beben.

 

Tantangan lainnya yang bisa menekan pasar reksadana adalah kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) sebanyak tiga kali pada tahun ini. Lalu, efek reformasi pajak di AS juga berpotensi menarik keluar dana asing dari pasar domestik.

 

Sumber : Kontan.co.id

http://investasi.kontan.co.id/news/saatnya-menanam-dana-di-saham