Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Investor Kian Hati-Hati, Dana Kelolaan Reksa Dana Pasar Uang Melejit 115%

Tuesday, 28 November 2017


JAKARTA - Nilai aktiva bersih atau dana kelolaan industri reksa dana pasar uang sepanjang tahun berjalan melonjak signifikan hingga 115,14% dibanding posisi akhir tahun lalu. Bahkan, pertumbuhan tersebut tercatat paling tinggi di antara produk reksa dana lainnya.

 

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri mengatakan, melejitnya pertumbuhan dana kelolaan reksa dana pasaqr uang mengindikasikan pasar yang sedang berhati-hati.

 

"Pasar sedikit khawatir dengan pergerakan di pasar. Usai menerima investment grade, saham melejit, makanya banyak yang pindah dari reksa dana saham ke obligasi dan pasar uang," katanya.

 

Apalagi, dari dalam negeri pasar juga sedikit mengkhawatirkan peningkatan risiko seiring tahun politik yang mulai tahun depan. Sehingga, investor masih mencari aman dengan memarkir dananya di reksa dana pasar uang.

 

Selain itu, pasar juga khawatir terkait dengan rencana kenaikan suku bunga global, The Fed pada tahun depan. "Ditambah adanya normalisasi neraca The Fed dan reformasi pajak di AS. Ini bisa membuat perusahaan menarik dananya dan balik ke AS. Sentimen global memang dominan," jelasnya.

 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, NAB reksa dana pasar uang per 10 November 2017 tercatat sebesar Rp61,63 triliun atau naik 115,14% dibanding posisi akhir 2016 sebesar Rp28,54 triliun.

 

Adapun dana kelolaan industri reksa dana campuran tumbuh 19,05% dari Rp21 triliun menjadi Rp25 triliun. Dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap meningkat 42,76% dari Rp69,56 triliun menjadi Rp99,31 triliun.

 

Namun bila dilihat dari kinerja return, reksa dana pasar uang tercatat paling rendah. Ini terlihat dari indeks reksa dana pasar uang yang hanya tumbuh 3,75%. Sementara, indeks reksa dana saham sebesar 5,75%, reksa dana campuran naik 6,74% dan indeks reksa dana pendapatan tetaqp menguat 7,95%.

 

Sumber : Bisnis Indonesia