Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Tahun Depan, Dana Kelolaan Reksa Dana Bakal Capai Rp500 Triliun

Wednesday, 22 November 2017


JAKARTA – Dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksa dana di luar kontrak pengelolaan dana (KPD), produk berbasis dollar maupun reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) diperkirakan mencapai Rp500 triliun pada tahun depan. Per Oktober 2017, AUM reksa dana sudah mencapai Rp414,3 triliun.

 

Analis Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menyatakan, kinerja dana kelolaan reksa dana tahun ini sudah mencapai di atas prediksi pada awal tahun sebesar Rp400 triliun. Karena itu, pihaknya optimistis prospek peningkatan AUM masih akan berlanjut hingga tahun depan.

 

“Kondisi inflasi dan suku bunga yang rendah membuat instrument obligasi dan sahammenarik, sehingga produk reksa dana pendapatan tetap dan saham masih dapat menjadi pilihan yang baik pada tahun depan,” tuturnya.

 

Namun demikian, ke depan tren pertumbuhan AUM reksa dana tidak terlepas dari sentimen global seperti kebijakan bank sentral AS. Bergantinya jabatan gubernur The Federal Reserve dari Janet Yellen ke Jerome Powell dipastikan tidak akan mengubah kebijakan seperti kenaikan suku bunga dan pengurangan neraca The Fed.

 

“Melihat hal itu, reksa dana pendapatan tetap mulai bisa diakumulasi pada awal tahun. Cuma ini bukan berarti potensi return reksa dana pendapatan tetap akan berkurang pada semester II 2018,”
 jelasnya.

 

Reksa Dana Syariah Tumbuh

 

Sementara itu, nilai aktiva bersih industri reksa dana syariah meningkat sekitar 50,03% selama periode Januari – Oktober 2017 menjadi Rp22,37 triliun.

 

Adapun, pangsa pasar industri reksa dana syariah ini tercatat sebesar 5,22% dari total dana kelolaan industri reksa dana yagn mencapai Rp428,53 triliun. Meski tidak kencang, namun tren pangsa pasar ini terus menanjak tahun ini dibanding akhir tahun lalu sekitar 4,40%.

 

Sepanjang tahun ini terdapat 36 produk reksa dana syariah baru yang meluncur ke pasar. Sehingga, per Oktober jumlah produk reksa dana syariah mencapai 172 produk.

 

Sumber : Investor Daily/Bisnis Indonesia