Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

AUM Reksa Dana Diprediksi Tumbuh 31% Tembus Rp 444 Triliun Tahun Ini

Monday, 31 July 2017


JAKARTA–Total dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksa dana hingga akhir tahun ini diperkirakan tembus Rp 444 triliun, naik 31% dari posisi akhir Desember 2016 yang mencapai Rp 338,8 triliun. Selama tahun berjalan (year to date/ytd) atau periode awal Januari hingga 25 Juli 2017), total AUM industri reksa dana tumbuh 14,6% dari Rp 337,8 triliun menjadi Rp 387,2 triliun.

 

“Jadi, industri reksa dana akan terus bertumbuh dengan pencapaian AUM hingga akhir tahun ini menjadi sekitar Rp 444 triliun,” ujar Dewan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Asri Natanegeri di Jakarta, Jumat (28/7).

 

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sujanto menjelaskan, selama tujuh tahun terakhir, pertumbuhan AUM mencapai 152%. “Kalau lihat kenaikan dibandingkan kurun waktu tujuh tahun lalu sebesar Rp 153 triliun,” tutur dia.

 

Menurut Sujanto, pada kuartal II-2017, jumlah investor berdasarkan single identity number (SID) reksa dana naik menjadi 500 ribu dibandingkan pada kuartal I-2017 sekitar 450 ribu. Sedangkan dibandingkan pada akhir 2015 terjadi peningkatan 114%.

 

Menanggapi target 5 juta investor yang dipatok APRDI hingga lima tahun ke depan, Asri Natanegeri mengungkapkan target itu hanya bisa dicapai jika para manajer investasi (MI) melakukan penetrasi pasar secara agresif. “Soalnya angka pertumbuhan rata-rata masih 20-30%,” tandas dia.

 

Asri memperkirakan jumlah investor mencapai 750 ribu hingga 1 juta sampai akhir tahun ini. “Terutama dengan akses yang lebih luas, proyeksi itu memungkinkan,” ucap dia.

 

Hingga 26 Juli 2017, portofolio terbesar pada investasi reksa dana adalah reksa dana saham dengan total dana kelolaan Rp 108 triliun. Selebihnya merupakan reksa dana terproteksi dengan nilai dana kelolaan Rp 90,7 triliun, reksa dana pendapatan tetap (fixed-income) senilai Rp 83,8 triliun, dan reksa dana pasar uang senilai Rp 50 triliun.

 

Lainnya, menurut Asri, adalah reksa dana campuran dengan nilai dana kelolaan Rp 24,3 triliun, reksa dana syariah Rp 18 triliun, exchange traded fund (ETF) senilai Rp 7,4 triliun, dan reksa dana indeks sebesar Rp 1 triliun.

 

Sujanto mengemukakan, imbal hasil masing-masing jenis reksa dana akan berbeda tergantung instumen investasinya. “Itu kan tergantung. Kalau kinerja saham di bursa bagus, tentu return reksa dana saham akan naik.Reksa dana pendapatan tetap juga akan mengikuti obligasinya. Demikian pula reksa dana pasar uang,” papar dia.

 

Sujanto mengakui, besarnya return reksa dana belum menarik perhatian lebih banyak investor. Per tahun ini, jumlah investor reksa dana masih mencapai 0,2% dari total penduduk Indonesia.

 

“Kuncinya ada di edukasi dan sosialisasi. Teknologi finansial juga berperan penting dalam meningkatkan jumlah investor karena akan mempermudah akses pembelian reksa dana,” tutur dia.

 

Dia menambahkan, sejauh ini agen penjual reksa dana lewat bank kusto-dian masih difokuskan pada nasabah prioritas (private banking). Alhasil, peningkatan jumlah investor ritel melalui channel ini belum maksimal.

 

“Kita harapkan dengan adanya financial technology(fintech) atau channel lainnya, seperti internet banking, masyarakat punya akses lebih mudah untuk membeli produk reksa dana,” ujar dia.

 

Sumber : Investor Daily

http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/naik-31-aum-reksa-dana-diprediksi-tembur-rp-444-t/163327