Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Dana Kelolaan Reksa Dana Tumbuh 13% Jadi Rp382,8 Triliun

Wednesday, 05 July 2017


JAKARTA — Kinerja pasar modal yang bertenaga membuat dana kelolaan reksa dana kian menggemuk. Sepanjang semester I/2017, dana kelolaan industri reksa dana nasional tumbuh 13% menjadi Rp382,84 triliun.

 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana kelolaan reksa dana meningkat Rp44,09 triliun sepanjang Januari-Juni 2017. Akhir tahun lalu, dana kelolaan reksa dana tercatat sebesar Rp338,75 triliun. Pada Juni 2017, dana kelolaan reksa dana naik Rp9,92 triliun dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2017 yang tercatat senilai Rp372,88 triliun.

 

Asset under management (AUM) reksa dana jenis pasar uang tumbuh paling tinggi secara nominal maupun persentase. Sepanjang paruh pertama tahun ini, dana kelolaan reksa dana pasar uang naik Rp17,05 triliun atau 59,74% menjadi Rp45,59 triliun.

 

Kemudian, dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap tumbuh Rp13,88 triliun atau 19,95% menjadi Rp83,44 triliun dan reksa dana terproteksi menggemuk Rp9,37 triliun atau 11,03% menjadi Rp94,29 triliun.

 

Di sisi lain, AUM reksa dana saham justru melorot 4,42% secara year-to-date dari Rp113,1 triliun pada akhir 2016 menjadi Rp108,1 triliun pada akhir Juni 2017.

 

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi menuturkan investor reksa dana mulai kian sophisticated. Saat pasar turun, investor cenderung menambah unit penyertaan reksa dana. Sebaliknya, saat indeks naik ke level tinggi, investor cenderung mengambil untung (take profit).

 

"Pertumbuhan AUM reksa dana terdorong jumlah investor yang makin banyak dan kinerja pasar yang bagus pada semester I/2017 ini," kata Fakhri, Selasa (4/7)

.

Pada akhir Juni 2017, IHSG tumbuh 10,06% ke level 5.829,71 pada akhir perdagangan Kamis (22/6). Dari pasar obligasi, tingkat pertumbuhan Infovesta Government Bond Index dan Infovesta Corporate Index naik masing-masing 6,07% dan 3,90%.

 

Fakhri menambahkan jalur distribusi produk reksa dana pun kian meluas seiring kerja sama manajer investasi dengan platform digital, seperti lewat e-commerce dan aplikasi ponsel.

 

Menurutnya, sepanjang paruh pertama tahun ini, investor meminati produk-produk fixed income dengan profil risiko moderat. Akibatnya, AUM reksa dana pendapatan tetap dan terproteksi meningkat.

 

"Koreksi AUM reksa dana saham karena investor banyak yang take profit saat indeks tinggi. Tetapi mereka tidak keluar dari industri reksa dana, hanya pindah dari reksa dana basis saham ke fixed income," tuturnya.

 

Besarnya potensi industri reksa dana, lanjut Fakhri, merangsang perusahaan manajer investasi (MI) meracik produk-produk anyar. Sepanjang Januari-Juni 2017, tercatat ada 113 produk reksa dana baru yang meramaikan pasar sehingga total reksa dana yang beredar mencapai 1.527 produk.

 

"Mudah-mudahan bulan ini regulasi infrasctructure fund bisa diterbitkan. Minat MI untuk merancang RDPT dan KIK EBA juga cukup banyak," imbuhnya.

 

Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana optimistis pasar modal akan menguat pada paruh kedua tahun ini, baik pasar saham maupun pasar obligasi. Pasalnya, fundamental ekonomi Indonesia berpotensi terus membaik dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi, dan laba emiten yang diproyeksi tumbuh di atas 20%.

 

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170705/441/668358/kinerja-reksa-dana-aum-kian-menggemuk