Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Reksa Dana ETF, Produk Inovatif Mulai Bermunculan

Monday, 12 June 2017


JAKARTA — Dana kelolaan industri reksa dana yang dapat diperdagangkan (exchange traded fund) tumbuh 24,54% secara year to date menjadi Rp7,54 triliun. Memasuki satu dasawarsa eksistensi ETF di pasar modal Indonesia, inovasi produk ETF pun kian berkembang dan meramaikan pasar.

 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, kinerja apertumbuhan dana kelolaan ETF di atas pertumbuhan industri reksa dana. Pada akhir Mei 2017, dana kelolaan industri reksa dana mencapai Rp372,88 triliun dengan tingkat pertumbuhan 10,08% sepanjang tahun berjalan.

 

Namun, pangsa pasar ETF terhadap total dana kelolaan industri reksa dana nasional hanya mencapai 2%. Adapun jumlah produk ETF sebanyak 11 produk di antara total produk reksa dana yang beredar di pasar sebanyak 1.509 produk.

 

Ernawan R. Salimsyah, Direktur Indo Premier Investment Management, menuturkan dana kelolaan ETF yang dikelola meningkat sejalan dengan pertumbuhan industri. "Awal tahun AUM ETF kami Rp3 triliun, saat ini sekitar Rp4,3 triliun," ucap Ernawan, Jumat (9/6).

 

Untuk menambah ragam produk, Indo Premier Investment meluncurkan ETF baru dengan underlying obligasi pemerintah pada kuartal I/2017. Produk tersebut bertajuk Premier ETF Indo Soverign Bond.

 

Sebagai market leader yang mengelola delapan produk ETF, Indo Premier Investment memandang potensi perkembangan industri ETF masih sangat besar. Apalagi saat ini size industri ini baru 2% dari total industri reksa dana di Tanah Air.

 

KOMPETISI

 

"Memang kompetisi di ETF mulai ada, tetapi itu baik bagi investor. Karena investor bisa memilih produk-produk ETF yang terbaik dari yang ada di pasar," pungkasnya.

 

Produk perdana ETF meluncur di Bursa Efek Indonesia pada 2007. Produk tersebut, yakni Premier ETF LQ45. Berdasarkan data Bloomberg, ETF tersebut kini mengantongi dana kelolaan sebesar Rp302,7 miliar.

 

Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) Pinnacle Persada Investama Guntur Putra mengatakan, industri ETF di Indonesia masih dalam tahap awal (early stage). Pada 2007, total asset under management (AUM) ETF kurang lebih Rp25 miliar dan berkembang menjadi hampir Rp8 triliun pada 2017.

 

"Dari sisi AUM masih jauh dari yang diharapkan. Masih banyak tantangan yang perlu dilakukan oleh industri dan regulator. Utamanya, sosialisasi dan edukasi secara lebih agresif," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Kamis (8/6).

 

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170612/442/661410/Produk%20Inovatif%20Mulai%20Bermunculan