Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Cetak Return 5,12% per Mei 2017, Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Paling Tinggi

Tuesday, 06 June 2017


JAKARTA - Rata-rata tingkat pengembalian investasi (return) reksa dana pendapatan tetap (fixed income) selama Januari – Mei 2017 mencapai 5,12%, paling unggul dibanding reksa dana saham dan campuran yang masing-masing mencetak 4,63% dan 5,01%.

 

Berdasarkan data Infovesta, return produk reksa dana fixed income melampaui benchmark produknya yakni Infovesta Corporate Fund Index sebesar 3,4%. Namun, return reksa dana fixed income masih di bawah Infovesta Government Bond Index yang sebesar 5,21%.

 

Reksa dana pendapatan tetap diperkirakan bisa mencatatkan  return paling tinggi hingga akhir tahun ini. Bullish-nya produk pendapatan tetap tidak terlepas dari kenaikan peringkat surat utang Indonesia oleh S&P. Hal itu membuat harga surat utang Indonesia meningkat.

 

Sementara itu, sebagian besar reksa dana saham mencatatkan return di bawah indeks harga saham gabungan (IHSG). Sebanyak 159 produk reksa dana saham membukukan return di bawah kinerja IHSG, sedangkan 52 produk lainnya mencetak return di atas IHSG.

 

Analis Infovesta Edbert Suryajaya mengatakan, secara historis return reksa dana fixed income selalu berada di antara indeks obligasi korporasi dan obligasi negara. Saat pasar surat utang bergairah, return reksa dana fixed income di bawah kinerja obligas pemerintah dan di atas obligasi korporasi. Namun saat kondisi bearish, posisinya terbalik.

 

Return IHSG sampai akhir tahun ini bisa tumbuh 10-12% dengan asumsi IHSG mencapai level 5.900-6.000, sedangkan indeks government bond berpotensi mencapai 7-10% dan corporate bond mencapai 6-8%,” kata Edbert di Jakarta, Senin (5/6).

 

Edbert menegaskan, rendahnya return reksa dana saham terjadi karena sebagian besar produknya lebih banyak mengalokasikan dana pada saham-saham komoditas. “Sektor komoditas sejak awal tahun banyak yang underperform sehingga return-nya tertinggal oleh IHSG,” tutur dia.

 

Direktur Sucorinvest Asset Management Jemmy Paul juga memperkirakan return reksa dana saham di bawah IHSG akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Dengan asumsi IHSG naik 5-6% lagi sampai akhir tahun, produk-produk reksa dana yang tertinggal return-nya sudah sangat sulit untuk mengejar acuannya.

 

Di sisi lain, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menjelaskan, ada kemungkinan return reksa dana fixed income tahun ini melampaui rata-rata return reksa dana saham. Salah satu pemicunya adalah kenaikan harga obligasi karena selain adanya peningkatan rating Indonesia, juga didorong oleh rendahnya tingkat inflasi dan suku bunga acuan.

 

Sumber : Investor Daily