Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Cetak Kinerja Bulanan Tertinggi, Produk Reksa Dana Saham Kian Prospektif

Monday, 05 June 2017


JAKARTA — Dalam 3 bulan terakhir, rerata reksa dana saham mencetak kinerja bulanan tertinggi. Pada akhir Mei 2017, return reksa dana ini mencapai 0,85% dalam 1 bulan atau 4,63% sepanjang tahun berjalan. Ini meningkatkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek kinerja reksa dana saham yang kian prospetikf.

 

 

Berdasarkan data Infovesta Utama, kinerja indeks reksa dana saham (IRDS) Infovesta mengungguli indeks reksa dana pendapatan tetap (IRDPT) dan indeks reksa dana campuran (IRDC) pada Mei 2017. Saat IRDS naik 0,85%, IRDPT tumbuh 0,65% dan IRDC meningkat 0,67% dibandingkan dengan posisi akhir April 2017.

 

Kinerja reksa dana saham mulai bangkit dan mengungguli kinerja reksa dana lain sejak Maret 2017. Return bulanan yang dibukukan tercatat sebesar 2,75% pada Maret, 0,93% pada April, dan 0,85% pada Mei 2017.

 

Kendati demikian, reksa dana campuran mencetak return paling moncer sepanjang tahun berjalan. Kinerja indeks reksa dana campuran tumbuh 5,12% secara year to date unggul tipis dari Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap 5,1% dan cukup jauh di atas indeks reksa dana saham 4,63% secara year to date.

 

Analis Pasardana Beben Feri Wibowo mengatakan, moncernya kinerja reksa dana campuran ditunjang oleh pasar saham dan pendapatan tetap yang mencatatkan kinerja positif seiring dengan kondisi ekonomi dalam negeri yang cenderung baik.

 

Merujuk Pasardana Balance Fund Index, rerata produk reksa dana campuran membukukan return 1,77% sepanjang Mei dan 7,32% sepanjang tahun ini.

 

Pada bulan lalu, indeks harga saham gabungan naik 0,93% sepanjang Mei atau 8,33% sepanjang tahun berjalan. Pada perdagangan Rabu (31/5), IHSG ditutup pada level 5.738,16. Sementara itu, IBPA mencatat kinerja pasar obligasi di Indonesia mencapai 0,94% pada Mei atau 7,95% secara year to date.

 

"Bulan lalu Standard & Poor's menaikkan rating Indonesia menjadi investment grade. Hal itu memberikan sentimen positif di pasar saham dan obligasi. Inflasi dan nilai tukar juga relatif terkendali," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Jumat (2/6).

 

Memasuki Juni 2017, Beben mengatakan, para pelaku pasar sedang menanti kebijakan The Fed terkait kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate yang akan diputuskan pada 14 Juni. Prediksi keputusan naik atau tidaknya FFR masih menunggu data laporan tenaga kerja dan tingkat pengangguran di Amerika Serikat yang akan dirilis pada pekan ini.

 

"Prediksi kami sebelum data tersebut rilis maka kondisi pasar cenderung sideways. Utamanya di saham," imbuhnya.

 

PROFIT TAKING

 

Soni Wibowo, Direktur Bahana TCW Investment Management, menuturkan bahwa pasar saham dilanda profit taking setelah S&P meningkatkan peringkat surat utang Indonesia ke level investasi (BBB-). Sejak pengumuman S&P pada 19 Mei, IHSG terkoreksi 0,93% ke level 5.738,16 pada akhir Mei 2017.

Kendati begitu, prospek kinerja reksa dana saham dinilai kian menjanjikan seiring dengan kenaikan rating S&P.

 

"Dari awal prediksi kami reksa dana saham punya ekspektasi return yang lebih tinggi pada tahun ini. Ekspektasinya sekitar 15%, itu target konservatif. Yang jelas, targetnya melampaui kinerja indeks," kata Soni.

 

Bahana TCW Investment Management memproyeksi IHSG dapat tumbuh 17,6% menuju level 6.228,93 poin. Seiring dengan membaiknya pasar saham, imbal hasil produk-produk reksa dana saham berpotensi naik terdorong kinerja sektor konsumer dan telekomunikasi.

 

Salah satu produk reksa dana saham Bahana TCW yang mengalahkan kinerja IHSG sepanjang tahun berjalan, yakni reksa dana Bahana Trailblazer Fund. Produk tersebut mencetak return 8,56% year to date.

 

Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana memperkirakan, pada kuartal II/2017 reksa dana fixed income akan lebih menarik karena kenaikan rating dari S&P. Namun, imbas positif investment grade S&P juga bakal dirasakan pasar saham di Indonesia kendati dampaknya tidak sebesar pasar obligasi.

 

Kombinasi pasar saham dan obligasi yang positif mendorong kinerja produk reksa dana campuran Sucorinvest Anak Pintar. Produk yang diluncurkan pada Februari 2017 ini telah mengantongi return 5,63% hingga akhir Mei 2017 dan ditargetkan membukukan kinerja sekitar 10%-12% per tahun.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170605/442/659119/Produk%20Saham%20Kian%20Prospektif