Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Per April 2017 Capai Rp370 Triliun, Dana Kelolaan Reksa Dana Terus Bertumbuh

Wednesday, 10 May 2017


JAKARTA - Dana kelolaan reksa dana terus meningkat sepanjang tahun ini. Pada kuartal I/2017, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana naik 7,58% year to date menjadi Rp364,42 triliun. Tren tersebut berlanjut pada April 2017 dengan pertumbuhan 1,52% secara month on month atau 9,24% ytd menjadi Rp370,05 triliun.

 

Pada April, dana kelolaan reksa dana pasar uang bertambah paling tinggi baik secara nominal maupun secara persentase. NAB reksa dana berbasis deposito dan obligasi jangka pendek itu naik 10,17% mom dari Rp40,88 triliun menjadi Rp45,51 triliun.

 

Bahkan sepanjang tahun berjalan, dana kelolaan reksa dana pasar uang telah melonjak 59,46% dari posisi akhir 2016 yang tercatat sebesar Rp28,54 triliun.

 

Di sisi lain, dana kelolaan reksa dana saham justru susut 2,62% mom dari Rp106,93 triliun menjadi Rp106,93 triliun. Padahal sepanjang April 2017, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 2,1% ke level 5.685,29.

 

Kendati dana kelolaan menyusut seiring dengan aksi profit taking investor, prospek kinerja reksa dana saham diyakini kian menjanjikan seiring dengan pergerakan IHSG yang tumbuh 7,56% sepanjang tahun berjalan.

 

Chief of Investment Officer Bahana TCW Investment Management Doni Firdaus menuturkan, dalam 2 tahun terakhir, IHSG tidak bergerak signifikan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, turunnya harga komoditas, dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

 

"Sekarang sudah ada perbaikan harga komoditas dan stabilitas nilai tukar rupiah. Dampaknya, sektor konsumer mengalami pertumbuhan penjualan," tuturnya melalui keterangan resmi, Selasa (9/5).

 

Pada kuartal I/2017, perekonomian nasional tercatat tumbuh 5,01% secara year on year. Doni mengatakan, risiko dari eksternal pun mulai berkurang, seperti pemilihan umum di Eropa dan kebijakan Presiden AS Donald Trump.

 

Bahana TCW Investment Management memproyeksi IHSG dapat tumbuh 17,6% menuju level 6.228,93 poin. Adapun sepanjang tahun berjalan, IHSG telah tumbuh 7,56% ke level 5.697,05 pada penutupan perdagangan Selasa (9/5).

 

Hingga pekan akhir April, lanjutnya, dana investor asing terus masuk ke bursa dengan aksi beli bersih (net buy) sekitar Rp22 triliun. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan net buy asing sepanjang 2016 yang tercatat sebanyak Rp16,5 triliun.

 

Doni menambahkan katalis lain yang dapat mendongkrak kinerja pasar saham datang dari potensi rating upgrade Indonesia dari lembaga pemeringkat S&P Ratings.

 

"Secara konsumer dan telekomunikasi menjadi sektor yang menjanjikan pada tahun ini," ungkapnya.

 

IMBAL HASIL

 

Seiring dengan membaiknya pasar saham, imbal hasil produk-produk reksa dana saham berpotensi terdongkrak.

 

Head of Research PT Infovesta Utama Wawan Utama mengungkapkan, imbal hasil dari reksa dana saham pada tahun ini berpotensi mencapai 10%-12%. Imbal hasil reksa dana saham lebih tinggi dibandingkan dengan reksa dana pendapatan tetap.

 

"Kalau return pendapatan tetap sekarang rendah, karena suku bunga relatif rendah dan yield obligasi juga rendah," ungkapnya saat ditemui Bisnis, Selasa (9/5).

 

Bergairahnya kinerja reksa dana saham, kini menjadi daya tarik bagi investor ritel baru yang melakukan transaksi, misalnya melalui Bukareksa. Dia mengungkapkan jumlah investor ritel melalui dagang-el sudah mencapai belasan ribu.

 

Menurutnya, tren ke depannya jumlah investor ritel yang trading melalui situs online berpotensi semakin meningkat di Indonesia.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170510/441/652346/kinerja-reksa-dana-dana-kelolaan-terus-bertumbuh