Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

IHSG Menanjak, Return Reksa Dana Saham Capai 0,93% & Terbaik Sepanjang April 2017

Thursday, 04 May 2017


JAKARTA — Rerata produk reksa dana saham menjadi produk dengan kinerja terbaik sepanjang April 2017. Sejalan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menghijau, rerata reksa dana saham mencetak return 0,93% dalam 1 bulan.

 

Berdasarkan data Infovesta Utama, kinerja bulanan indeks reksa dana saham pada April 2017 lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja bulanan indeks reksa dana pendapatan tetap dan indeks reksa dana campuran yang tercatat masing-masing sebesar 0,57% dan 0,74%.

 

Kinclongnya return kinerja reksa dana saham dalam 1 bulan terakhir tidak terlepas dari bullish indeks harga saham gabungan (IHSG). Sepanjang April 2017, IHSG naik 2,11% month on month atau 7,34% year to date ke level 5.685,29 pada penutupan perdagangan Jumat (28/4).

 

Aldo Perkasa, portofolio manager Mandiri Manajemen Investasi, menuturkan IHSG terdongkrak oleh laporan kinerja emiten kuartal I/2017 yang cukup positif, bahkan sejumlah emiten mencetak kinerja di atas ekspektasi pelaku pasar.

 

"Sektor konsumsi relatif cukup baik. Kinerja sektor telekomunikasi juga bagus seiring kenaikan konsumsi data," ucapnya, Selasa (2/5).

 

Pergerakan IHSG dinilai masih dibayangi oleh risiko koreksi. Pasalnya, Aldo mengatakan valuasi IHSG sudah agak tinggi sehingga rawan mengalami koreksi normal.

 

Kendati mencetak return paling tinggi pada April 2017, sepanjang tahun berjalan return reksa dana saham masih tertinggal. Berdasarkan data Infovesta Utama, indeks reksa dana saham naik 3,76% sepanjang tahun berjalan. Adapun, indeks reksa dana pendapatan tetap dan indeks reksa dana campuran naik masing-masing 4,43% dan 4,31%.

 

Direktur Avrist Asset Management Hanif Mantiq menuturkan, akselerasi kinerja reksa dana saham didorong oleh ekspektasi kenaikan IHSG yang berpotensi kembali mencetak level tertinggi baru. Investor institusi yang sudah menarik dana dengan aksi profit taking diproyeksi bakal segera masuk ke pasar modal.

 

"Belum ada kelihatan tanda-tanda koreksi IHSG, investor asing masih masuk terus belum ada capital outflow. IHSG sepertinya masih betah di zona hijau," tuturnya ketika dihubungi Bisnis, Selasa (2/5).

 

Di sisi lain, kinerja pasar obligasi yang menjadi acuan kinerja reksa dana pendapatan tetap diproyeksi cenderung terbatas. Terbatasnya kinerja pasar obligasi tercermin dari tingkat yield SUN tenor 10 tahun yang bergerak relatif stagnan pada kisaran 7,0% dalam beberapa waktu terakhir.

 

Dengan begitu, kinerja reksa dana saham dinilai sangat berpeluang untuk melampaui kinerja reksa dana berbasis fixed income. Pada Januari-April 2017, Infovesta Corporate Bond Index naik 2,64% dan Infovesta Government Bond Index naik 4,5%.

 

"Tetapi dalam long term basis, yield cenderung turun terus, apalagi kalau Indonesia dapat investment grade dari S&P," imbuhnya.

 

"Investor masih wait and see untuk masuk ke reksa dana saham. Mereka nunggu momentum koreksi untuk masuk pasar saham. Sampai akhir tahun rerata return reksa dana saham mungkin bisa 12%," pungkasnya.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170503/441/650105/return-reksa-dana-saham-berharap-ihsg-bullish