Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Reksa Dana Mulai Bergairah, Manajer Investasi Berlomba Rilis Produk Anyar

Friday, 24 March 2017


JAKARTA – Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar.

 

Direktur Utama Victoria Manajemen Investasi Juntrihary M. Fairly mengatakan, reksa dana baru jenis saham menjadikan indeks IDX30 sebagai acuan. Dengan begitu, 30 saham yang menghuni IDX30 akan dikoleksi dalam portofolionya.

 

Alasannya, IDX30 dinilai memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) maupun indeks LQ45. Sejak diluncurkan pada 23 April 2013, return yang dibukukan IDX30 mencapai 33,19%, sedangkan return IHSG dan LQ45 masing-masing 24,85% dan 27,46%.

 

Dalam 1 tahun maupun sepanjang tahun berjalan, return IDX30 tetap unggul terhadap IHSG dan LQ45. Secara year to date (ytd) hingga 20 Maret 2017, return yang dicetak IDX30 sebesar 5,21%, LQ45 4,27%, dan IHSG 4,65%.

 

Sebagai alfa, lanjut Juntrihary, reksa dana baru ini juga bakal mengoleksi saham-saham lain di luar IDX30. Racikan portofolio dan pengelolaan yang aktif diharapkan dapat mencetak return sekitar 12% – 15% per tahun.

 

Pada Kamis (23/3), Phillip Asset Management juga meluncurkan produk anyar berbasis obligasi negara. Reksa dana tersebut bakal menempatkan 80% dana kelolaan dalam aset berupa obligasi pemerintah dan 20% pada efek pasar uang atau obligasi jangka pendek.

 

Joko Himawan, Presiden Direktur Phillip Asset Management, mengatakan reksa dana pendapatan tetap itu diterbitkan untuk menangkap peluang investasi dari asuransi dan dana pensiun yang terikat oleh ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang minimal porsi investasi dalam surat berharga negara (SBN).

 

“Potensi demand pasar obligasi positif dalam jangka menengah dan panjang. Kami percaya reksa dana ini dapat menjadi pilihan dengan indikasi target return sekitar 8%,” ucapnya di Gedung BEI.

 

Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management, menuturkan ada permintaan dari investor institusi terkait reksa dana dengan karakter merepresentasikan saham Indonesia secara keseluruhan. “Kami lihat, IHSG secara historis merupakan indeks saham dengan kinerja terbaik dibandingkan dengan indeks saham lainnya,” tuturnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (20/3).

 

Kebijakan investasi produk ini, lanjutnya, diarahkan untuk menghasilkan nilai investasi di atas rata-rata secara jangka panjang. Alokasi portofolio reksa dana ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan tujuan kinerja reksa dana menyerupai kinerja IHSG. Return IHSG tercatat unggul dibandingkan dengan rerata return yang dibukukan oleh produk-produk reksa dana, yakni 8,21% pada periode 2007 – 2016.

 

Reksa dana saham ini bakal mengoleksi 75 – 80 saham emiten yang melantai di BEI. Dengan pengelolaan berbasis kuantitatif dan fundamental, portofolionya akan diseimbangkan ulang (rebalancing) 1 bulan sekali.

 

Sepanjang Januari – Februari 2017, OJK mencatat tambahan 45 produk reksa dana yang mendapat izin efektif. Adapun total dana kelolaan industri reksa dana nasional meningkat Rp16,73 triliun menjadi Rp355,48 triliun.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170324/441/639920/berlomba-rilis-produk-anyar