Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Domestik Jadi Katalis Positif, Manajer Investasi Fokus ke Sektor Infrastruktur dan Konsumer

Wednesday, 15 March 2017


JAKARTA — Di tengah risiko ketidakpastian global, para manajer investasi mengarahkan alokasi portofolio inti ke sektor domestik, seperti konsumer dan infrastruktur.

 

Direktur Investasi dan Teknologi BNI Asset Management Isbono M.I. Putro mengatakan, perekonomian dunia pada tahun ini masih dibayangi oleh risiko yang tinggi. Utamanya bersumber dari perubahan kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan risiko politik di Eropa.

 

“Itu menjadi faktor utama volatilitas pasar pada 2017. Oleh sebab itu, alokasi portofolio inti akan diarahkan ke sektor domestik guna meminimalisasi efek global seperti ke sektor konsumer dan infrastruktur,” ucapnya Selasa (14/3).

 

Katalis domestik berupa dampak pemangkasan BI Rate secara agresif pada 2016, menguatnya konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi, serta laba emiten yang berpotensi naik 10%-15% diharapkan menopang kinerja pasar saham pada tahun ini.

 

BNI AM memproyeksi indeks harga saham gabungan dapat naik 12,71% year on year ke level 5.970 pada akhir Desember 2017.

Pada 2017, BNI AM lebih banyak membidik emiten sektor barang konsumsi, konstruksi, kesehatan, dan tambang batu bara untuk diracik dalam portofolio baik reksa dana saham maupun reksa dana campuran.

 

Direktur Investasi Sucorinvest Asset Mangement Jemmy Paul Wawointana mengatakan, pasar saham yang sedang sideway membuat manajer investasi lokal ini memburu saham-saham emiten dengan kapitalisasi pasar menengah. Utamanya, saham emiten mid cap yang bergerak di sektor infrastruktur, pertambangan, dan perkebunan.

 

“Kalau kami yakin market bullish, kami akan pindah ke big caps lagi seperti TLKM, ASII, BBRI, dan BBCA,” ucapnya.

 

Masuk ke RDPT

 

Sementara itu, volatilitas pasar modal mendorong investor untuk cenderung masuk ke produk reksa dana dengan profil risiko moderat, yakni reksa dana berbasis pendapatan tetap (fixed income).

 

Retno Dewi Hendrastuti, Direktur Utama Reliance Manajer Investasi, menuturkan sepanjang tahun ini cukup banyak investor yang masuk ke produk reksa dana pendapatan tetap.

 

“Dana kelolaan yang naik banyak reksa dana pendapatan tetap. Yang kami sasar itu investor ritel, mereka cari aman dulu jadi masuk ke produk berbasis fi xed income,” ujarnya, Selasa (14/3).

 

Selain itu, lanjutnya, volatilitas pasar juga dapat didiverifikasi melalui produk reksa dana pendapatan tetap (RDPT). Pasalnya, underlying asset produk tersebut merupakan surat utang atau saham yang tidak dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

 

“Kalau memungkinkan kami bisa bentuk RDPT untuk menggalang dana investor untuk membungkus proyek infrastruktur,” tuturnya.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170315/441/637149/mi-fokus-ke-domestik