Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Meski Per Februari Reksa Dana Saham Cetak Return Negatif, Prospek Tetap Masih Positif

Thursday, 02 March 2017


JAKARTA – Meskipun hingga akhir Februari 2017 masih membukukan tingkat imbal hasil (return) yang negatif di tengah kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang naik, kinerja reksa dana jenis saham diyakini tetap positif pada tahun ini.

 

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 1,75% ke level 5.386,69 pada penutupan perdagangan Selasa (28/2). Kendati indeks memasuki teritori positif, tetapi rerata produk reksa dana saham justru mencetak return negatif sebesar -0,15%.

 

Soni memproyeksi kinerja reksa dana saham akan membaik seiring dengan bergulirnya sentimen positif di pasar global ke Bursa Efek Indonesia. Apalagi, emiten bakal merilis laporan keuangan 2016 pada Maret 2017 dan laporan keuangan kuartal I/2017 pada April 2017.

 

"Prospek reksa dana saham cukup positif. Earnings kuartal I/2017 diharapkan lebih baik dibandingkan dengan kuartal IV/2016," pungkasnya.

 

Pada kesempatan terpisah, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan, kinerja reksa dana saham yang negatif pada bulan lalu bisa disebabkan oleh penempatan saham yang keliru oleh manajer investasi (MI).

 

"Kemungkinan karena MI salah dalam melakukan penempatan sehingga return-nya negatif walaupun IHSG positif. Kenaikan saham juga lebih banyak pada saham menengah, sehingga mungkin ada yang tidak masuk sehingga ketinggalan," kata Rudiyanto, Rabu (1/3).

 

Kondisi berbeda terjadi di pasar obligasi. Pasalnya, kenaikan obligasi lebih merata sehingga kenaikan return dinikmati oleh semua reksa dana.

 

"Maret ini market masih antisipasi kenaikan The Fed, tetapi rilis laporan keuangan diproyeksi positif walaupun belum banyak yang membaik," katanya.

 

Pada 2017, harga wajar IHSG berada pada level 6.000 atau naik sekitar 13% dibandingkan dengan posisi tahun lalu. Dengan proyeksi tersebut, reksa dana saham ditargetkan membukukan return 5% di atas return IHSG. Apabila Indonesia memperoleh rating upgrade dari S&P, indeks diproyeksi melesat lebih tinggi.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170302/441/633228/pendapatan-tetap-beri-return-tertinggi