Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Menarik Rangkul Investor Ritel, Produk Reksa Dana Endowment Fund Kian Dilirik

Wednesday, 01 March 2017


JAKARTA - Sejumlah manajer investasi aktif merancang reksa dana sebagai instrumen untuk menggalang dana abadi (endowment fund) dan wadah beramal (philanthropy fund). Sebagai instrumen investasi, return yang dibukukan pun tetap menarik bagi investor yang mengincar imbal hasil. Alhasil, tak hanya untung yang dikantongi, pahala pun menanti.

 

Berdasarkan catatan Bisnis, setidaknya ada 12 produk reksa dana yang memiliki fitur untuk donasi menggalang dana abadi maupun untuk beramal. Dari 12 produk, satu produk merupakan reksa dana saham, dua produk reksa dana campuran, dan sembilan produk reksa dana pendapatan tetap.

 

Direktur Utama BNI Asset Management Reita Farianti mengatakan, tiga produk endowment fund itu telah menghimpun dana kelolaan sebesar Rp201,48 miliar hingga akhir Januari 2017. Nilainya terus bertambah sepanjang Februari 2017.

 

"Sejak diluncurkan pada 1 Desember 2016 sampai dengan 22 Februari 2017, dana kelolaan BNI-AM Makara Investasi yang terkumpul mencapai Rp322 miliar," ujarnya, Senin (27/2).

 

Berdasarkan data Infovesta Utama, reksa dana yang menggalang dana abadi Universitas Indonesia itu membukukan kinerja satu bulan sebesar 0,39%. Kinerja tersebut diperoleh dari racikan portofolio yang mayoritas diisi oleh surat utang pemerintah maupun korporasi (BUMN/ swasta) dengan minimal rating A untuk swasta dan A- untuk BUMN.

 

Adapun return satu bulan BNI UGM Progressive Balanced sebesar 0,27%, sedangkan return reksa dana pasar uang BNI-AM Dana Dompet Dhuafa mencapai 0,87% atau 7,84% dalam satu tahun.

 

Direktur Utama Bahana TCW Investment Management Edward P. Lubis mengatakan endowment fund merupakan produk yang menarik. Produk tersebut, lanjutnya, merupakan instrumen untuk merangkul investor ritel yang lebih luas.

 

"Selama ini kami sudah kerja sama bank, tetapi mereka lebih banyak ke nasabah prioritas, investor besar. Yang di luar itu belum, maka kami coba endowment fund," kata Edward.

 

Menurutnya, endowment fund yang dikelola Bahana TCW memiliki tema yang berbeda-beda. Mayoritas bertujuan untuk menggalang dana abadi pendidikan di tingkat perguruan tinggi. Selain itu, Dana Kehati Lestari ditujukan untuk donasi program pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia melalui Yayasan Kehati.

 

"Lebih banyak jenis reksa dana pendapatan tetap sehingga volatilitasnya setengah dari reksa dana saham supaya investor tidak kapok investasi," ujarnya.

 

Selain itu, BPJS Kesehatan juga menggandeng tiga manajer investasi pelat merah untuk menggalang dana kesehatan nasional untuk memberikan universal health coverage bagi seluruh penduduk Indonesia. Kendati tujuannya serupa, tetapi tiga endowment fund itu membukukan return yang beragam.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170301/441/632816/berburu-untung-dan-pahala