Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Unit Pernyataan Meningkat, 20 Produk Reksa Dana Baru Ramaikan Pasar

Friday, 17 February 2017


JAKARTA — Sepanjang Februari 2017, sebanyak 20 produk reksa dana baru mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan. Produk baru tersebut segera meramaikan pasar reksa dana yang saat ini diisi oleh 1.436 produk.

 

Di pihak lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah unit penyertaan reksa dana yang beredar bertambah lebih dari 12,32 miliar unit sejak awal tahun sampai dengan 27 Januari 2017 menjadi 252,55 miliar unit dari posisi akhir 2016 yang tercatat sebanyak 240,24 miliar unit.

 

Sepanjang bulan ini, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat 11 produk reksa dana terproteksi yang mendapat izin efektif OJK. Manajer investasi yang paling banyak merancang produk reksa dana terproteksi, yakni Bahana TCW Investment Management dengan empat produk dan BNI Asset Management dengan dua produk.

 

Pasar saham yang dibayangi oleh ketidakpastian, tidak menyurutkan minat manajer investasi untuk merancang produk reksa dana anyar berbasis ekuitas. Sepanjang Februari, empat reksa dana saham yang mendapat izin efektif.

 

Tak hanya reksa dana konvensional, Otoritas Jasa Keuangan pun menerbitkan izin efektif dan izin terdaftar untuk sejumlah reksa dana terstruktur. Dua di antaranya, yakni DIRE Bowsprit Commercial and Infrastructure dan reksa dana penyertaan terbatas PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2017.

 

OJK mencatat, jumlah reksa dana pada akhir Januari 2017 mencapai 1.436 produk. Jumlah tersebut bertambah 22 produk dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu yang mencapai 1.414 produk.

 

TARGET RETURN

 

Muhammad Hanif, Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi menambahkan, saat pasar saham sedang tidak stabil, investor profesional perlu mencari instrumen alternatif untuk mencapai target return investasi. RDPT tersebut, lanjutnya, akan berinvestasi pada saham perusahaan yang tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga terhindar dari volatilitas pasar, tetapi memiliki potensi internal rate of return (IRR) yang menarik.

 

"Suku bunga kan sekarang rendah, market unstable. Kami harap investor profesional, seperti dana pensiun dan asuransi berpartisipasi dalam RDPT ini. Kalau tidak, bisa jadi justru investor asing yang masuk," pungkasnya.

 

Sebelumnya, Direktur Utama PNM Investment Management M. Q. Gunadi menuturkan, pada tahun ini akan meluncurkan enam produk RDPT anyar pada tahun ini. Salah satunya, PNM Pembiayaan Mikro BUMN 2017 yang baru mendapat izin terdaftar dari OJK. Dari enam produk tersebut, PNM Investment Management membidik tambahan dana kelolaan sebesar Rp2 triliun. 

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170217/441/629559/20-produk-baru-ramaikan-pasar