Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Permintaan Pasar Membesar, Tahun Ini PNM Investment Genjot Produk RDPT Grup BUMN

Monday, 16 January 2017


JAKARTA – Perusahaan pengelola reksa dana, PT PNM Investment Management Tbk akan menggenjot produk reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) seiring dengan masih besarnya permintaan pasar pada tahun ini.

 

Direktur Utama PNM Investment Management M. Q. Gunadi menuturkan,  mayoritas proyek tujuan RDPT digarap oleh grup BUMN. Adapun struktur RDPT yang diterbitkan berbasis pendapatan tetap (fi xed income), yakni medium term notes (MTN) yang diterbitkan oleh emiten.

 

Hingga akhir 2016, perusahaan mengelola dana sebesar Rp6 triliun, dimana sekitar 50% di antaranya atau sekitar Rp3 triliun merupakan dana kelolaan produk RDPT.

 

“Tahun ini kami mau luncurkan enam produk RDPT senilai Rp2 triliun. Ada yang sektor UKM, infrastruktur, konstruksi, properti, agribisnis juga ada,” ujarnya, Jumat (13/1).

 

Pada 2017, lanjutnya, PNM Investment menargetkan total dana kelolaan naik menembus Rp8 triliun. Selain merancang enam RDPT baru, manajer investasi pelat merah ini juga berencana meluncurkan produk reksa dana open end baru.

 

Pengembangan RDPT, lanjutnya, sangat tergantung pada selera investor, akses terhadap emiten potensial, dan faktor pricing. Bagi perseroan, RDPT merupakan instrumen alternatif untuk menggalang pendanaan selain perbankan. Namun, emiten akan membandingkan ongkos dan efisiensi RDPT dibandingkan dengan kredit bank.

 

Di sisi investor, Gunadi mengatakan permintaan terhadap RDPT cukup besar. Tingginya permintaan, tak terlepas dari tawaran return yang menarik, yakni sekitar 9%-11% per tahun.

 

“Saat ini demand dari investor bisa dikatakan over, kami malah kesulitan cari emitennya. Investor ingin return bagus, tapi kualitas emiten juga bagus. Padahal, kalau emiten bagus, rating bagus, return relatif le bih rendah,” paparnya.

 

Menurut Gunadi, diversifikasi sektor tujuan RDPT sangat tergantung pada minat investor. Beberapa tahun terakhir, RDPT sektor komoditas tidak dilirik oleh investor lantaran tingkat harga belum rebound. Adapun, RDPT pembangkit listrik memiliki risiko yang relatif besar sehingga membutuhkan fund manager yang punya keahlian khusus.

 

Sumber : Diolah dari Bisnis Indonesia