Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Produk Reksa Dana Syariah Mengembang

Friday, 06 January 2017


JAKARTA— Reksa dana syariah tumbuh di atas industri reksa dana nasional pada 2016. Dana kelolaan reksa dana ini meningkat 35,29% year on year menjadi Rp14,91 triliun dan jumlah produk bertambah 43 produk menjadi 136 reksa dana syariah.

 

Sepanjang tahun lalu, dana kelolaan reksa dana syariah meningkat Rp3,89 triliun dari Rp11,02 triliun menjadi Rp14,91 triliun. Komposisi dana kelolaan reksa dana syariah didominasi oleh reksa dana syariah saham sebesar Rp7,27 triliun, reksa dana syariah terproteksi Rp2,31 triliun, dan reksa dana syariah pendapatan tetap Rp1,71 triliun.

 

Kenaikan dana kelolaan reksa dana syariah sebesar 35,29% lebih tinggi dibandingkan dengan total industri reksa dana yang naik 24,7% menjadi Rp339,17 triliun pada akhir 2016. 

 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida mengatakan, otoritas terus mendorong berkembangnya pasar modal syariah di Indonesia. Regulasi anyar yang berlaku efektif pada tahun ini, antara lain aturan tentang produk dana investasi real estat (DIRE) syariah dan pembentukan unit usaha manajer investasi syariah.

 

"DIRE syariah kami dorong, MI syariah juga. Kemudian kami lihat juga pengembangan produk syariah yang terkait dengan insentif perpajakan. Tetapi ini harus dibicarakan dengan Kementerian Keuangan melalui Ditjen Pajak," ujarnya baru-baru ini.

 

Analis Beben Feri Wibowo menuturkan, pemahaman investor terhadap reksa dana syariah masih relatif minim. Selama ini, lanjutnya, reksa dana syariah dinilai sebagai produk tematik yang kinerjanya dibatasi oleh prinsip syariah di pasar modal, seperti daftar efek syariah (DES). Batasan tersebut disinyalir menghambat return produk-produk reksa dana syariah.

 

Akibatnya, porsi dana kelolaan reksa dana syariah hanya 4,35% dari total dana kelolaan industri reksa dana yang mencapai Rp339,17 triliun.

"Pola pikir investor perlu diubah. Kuncinya, sosialisasi dan edukasi," ujar Beben ketika dihubungi Bisnis, Kamis (5/1).

 

Dari sisi kinerja, Beben memproyeksi return reksa dana syariah pada 2017 tidak secemerlang tahun lalu. Portofolio produk reksa dana syariah saham, misalnya, banyak dihuni oleh saham lapis kedua yang memiliki volatilitas relatif tinggi dibandingkan dengan saham bluechip.

 

Tekanan terhadap kinerja reksa dana saham syariah juga berasal dari kinerja indeks harga saham gabungan pada tahun ini yang diproyeksi tidak tumbuh setinggi tahun lalu yang mencapai 15,32%. Pada 2017, IHSG diproyeksi bergerak menuju level 5.820 atau naik 9,88%.

 

"Saat market bagus, reksa dana saham syariah punya upside yang lebih tinggi. Tapi kalau pasar tertekan, potensi kinerjanya lebih rendah dibandingkan reksa dana konvensional," tuturnya.

 

Beben menambahkan produk reksa dana syariah offshore cukup menarik karena MI memiliki fleksibilitas dalam memilih efek saham syariah di berbagai negara. Apabila kebijakan Donald Trump mampu mengangkat ekonomi AS, lanjutnya, reksa dana syariah offshore berpotensi membukukan kinerja yang lebih tinggi sejalan dengan bursa AS yang menghijau.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20170106/441/617186/produk-syariah-mengembang