Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

MI Ekspansi ke Luar Negeri, Agresif Jaring Pemodal Asing

Monday, 28 November 2016


JAKARTA — Perusahaan Manajer Investasi Indonesia mulai agresif melebarkan sayap ke negara tetangga untuk menjaring basis investor asing yang lebih luas.

 

Direktur Utama Schroders Indonesia Michael Tjoajadi menuturkan pasar modal Indonesia harus dipromosikan ke investor asing, tidak hanya kepada perusahaan manajer investasi asing, tetapi juga investor individu.

 

"Sekarang porsi investor asing masih kecil sekitar 10% dari total AUM, itulah mengapa kami perlu memperkenalkan. Kami berharap bisa memperoleh lebih banyak client dari overseas, ritel dan institusi," kata Michael di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (25/11).

 

Menurutnya, investor asing dapat membeli produk reksa dana Indonesia asalkan memenuhi ketentuan, termasuk prinsip mengenal nasabah (know your customer/KYC). Untuk dapat memasarkan produk reksa dana di luar negeri, kata Michael, Schroders Indonesia memanfaatkan cabang Schroders yang tersebar di berbagai negara.

 

"Yang paling dekat dulu, yang kami bisa kami jangkau dan yang bisa kami daftarkan produk Schroders Indonesia di sana. Tidak gampang daftarkan produk di luar negeri karena kami masuk ke yurisdiksi negara lain," paparnya.

 

Lebih lanjut, Michael mengatakan investor asing tertarik untuk masuk ke produk reksa dana saham Indonesia. Produk tersebut menjadi wadah diversifikasi portofolio investasi pemodal asing, selain masuk ke pasar saham dan obligasi secara langsung.

 

Pada 2017, Schroders Indonesia menargetkan pertumbuhan dana kelolaan sekitar 10%-12% menjadi Rp84 triliun-Rp85 triliun. Selain membidik tambahan investor asing, Schroders juga merancang dua produk reksa dana anyar untuk diterbitkan pada tahun depan.

 

Produk tersebut, yakni reksa dana pasar uang dan reksa dana berbasis obligasi. Reksa dana pasar uang dipilih lantaran dinilai memiliki prospek positif di tengah proyeksi kebijakan suku bunga acuan yang ketat dan inflasi yang cenderung naik pada 2017.

 

Selain Schroders Indonesia, manajer investasi pelat merah Mandiri Manajemen Investasi telah melebarkan sayap di Singapura dengan membentuk anak usaha Mandiri Investment Management Pte. Ltd.

 

DUA SISI

 

Direktur Utama Mandiri Manajemen Indonesia Muhammad Hanif mengatakan skema cross border offering antarnegara Asean memiliki dua sisi. Peluangnya, lanjut Hanif, investor asing dapat membeli produk-produk investasi MI Indonesia.

 

"We are working on it. Kami sudah punya channel di Singapura. Sekarang lagi jajaki di negara Asean lain, Malaysia, Filipina, Thailand antara tiga itu," tutur Hanif.

 

Pada Maret 2014, MMI meresmikan Mandiri Investment Management Pte. Ltd. di Singapura setelah mendirikan anak usaha tersebut sejak Juni 2012. Tahun pertama beroperasi, MIM menargetkan dana kelolaan sebesar US$100 juta.

 

"Investor asing berpeluang masuk ke Indonesia, artinya pasar kami bagus. Investor kami juga bisa punya pilihan investasi di luar negeri, di Asean," pungkasnya.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20161128/441/606755/mi-agresif-jaring-pemodal-asing