Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Per Oktober Capai 12,81%, Return Reksa Dana Saham Masih Unggul

Tuesday, 08 November 2016


JAKARTA - Rata-rata tingkat pengembalian investasi (return) reksa dana saham hingga akhir Oktober 2016 (year to date) mencapai 12,81% setelah pada Oktober mencapai 0,22%.

 

Kinerja return ini lebih tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya seperti reksa dana campuran sebesar 12,17% dan reksa dana pendapatan tetap sebesar 10,1%.

 

Berdasarkan data Infovesta, return reksa dana saham bergerak seiring dengan pertumbuhan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 18,06% (ytd). Sedangkan return reksa dana fixed income lebih rendah dari acuannya yakni Infovesta Government Bond Index sebesar 11,9%.

 

Analis pasar Beben Feri Wibowo mengungkapkan kinerja reksa dana tersebut masih positif. Namun laju kinerja reksa dana akan terhambat seiring sentimen pasar memasuki kuartal IV mulai minim.

 

Saat ini investor cenderung masih konservatif dan wait and see. Ini menyusul potensi tekanan dari rencana kenaikan suku bunga di AS, Fed Rate pada akhir tahun ini.

 

Direktur Riset & Investasi Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo mengungkapkan, pertumbuhan imbal hasil reksadana saham disokong oleh kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Oktober yang mencapai 1,08%.

 

Kenaikan di pasar saham didukung ekspektasi melesatnya harga minyak dunia. Hal ini berpengaruh positif pada harga komoditas lainnya, terutama batubara. Tambah lagi, harga batubara memang tengah melesat akibat berkurangnya produksi global.

 

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto berpendapat, kinerja ciamik reksadana saham juga berasal dari keberhasilan program pengampunan pajak (tax amnesty). "Keberhasilan program amnesti pajak periode satu lalu memberi katalis positif pada saham," tukasnya.

 

Berbagai sentimen positif tadi mampu mengurangi tekanan dari sentimen negatif dari pasar global sepanjang Oktober. Sekadar mengingatkan, sebulan terakhir pelaku pasar cenderung wait and see, menjelang pemilihan umum presiden Amerika Serikat (AS) 8 November.

 

Terus naik

 

Beben memprediksi, sepanjang tahun ini, reksadana saham bakal menghimpun return 14%-17%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2016 yang diestimasi mencapai 5% akan jadi pendorong, ditambah aksi pemerintah menggiatkan proyek infrastruktur jelang akhir 2016.

 

Beben optimistis, faktor tersebut dapat mengompensasi sentimen negatif eksternal yang berpotensi mencuat di pengujung 2016. "Diharapkan faktor tersebut mampu membangun kepercayaan, terutama pada investor asing. dan bisa menjadi penyeimbang sentimen kenaikan suku bunga The Fed di Desember 2016," ungkap dia.

 

Rudiyanto setuju, imbal hasil reksadana saham berpotensi menggemuk di akhir 2016. Penyebabnya aksi window dressing. Katalis positif bertambah bila revisi Undang-Undang Perpajakan resmi berlaku sehingga dapat menekan beban perusahaan.

 

Sumber : Investor Daily/Kontan.co.id