Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Prospek Menjanjikan, Reksa Dana Indeks Mulai Dilirik Manajer Investasi

Friday, 21 October 2016


JAKARTA - Reksa dana indeks mungkin belum seharum reksa dana saham atau reksa dana pendapatan tetap. Terbukti, hanya ada delapan produk yang beredar di pasar dengan total dana kelolaan sekitar Rp500 miliar. Namun, reksa dana ini mulai dilirik karena memiliki prospek yang cukup menjanjikan.

 

Indeks jagoan menjadi benchmark reksa dana ini. Yang kerap digunakan, misalnya, LQ45, IDX30, dan indeks syariah baik Jakarta Islamic Index maupun Indonesia Sharia Stock Index. Secara rinci, delapan produk yang kini beredar di pasar, yakni Batavia LQ45 Plus, Danareksa Indeks Syariah, Indeks MNC 36, Kresna Indeks 45, PG Indeks Bisnis-27, RHB LQ45 Tracker, Indeks CIMB Principal Indeks IDX30, dan Reksa Dana Indeks Kresna IDX30.

 

Sejalan dengan kinerja indeks acuan yang menghijau, return reksadana indeks juga cukup kinclong. Kisaran return yang dibukukan dalam setahun sekitar 16%–22%. PG Indeks Bisnis-27 membukukan kinerja tertinggi 22,33% pada Rabu (19/10).

 

Dari sisi dana kelolaan, OJK mencatat total dana yang dihimpun delapan reksa dana indeks mencapai Rp508 miliar hingga akhir September 2016. Nilai tersebut hanya 0,16% dari total industri reksa dana yang mencapai Rp306,17 triliun.

 

Untuk meramaikan industri, sejumlah manajer investasi mulai tertarik untuk menerbitkan produk reksa dana yang portofolionya mengacu pada indeks di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia.

 

Mereka adalah Kresna Asset Management dengan produk bernama Reksa Dana Indeks Kresna IDX30 Tracker, Sinarmas Asset Management yang merancang Reksa Dana Indeks Simas IDX30, serta Indo Premier Investment Management yang siap meluncurkan Reksa Dana Indeks Premier IDX30. Ketiga pro duk tersebut baru mengantongi izin efektif OJK pada bulan ini.

 

PINTU MASUK

 

Presiden Direktur Indo Premier Investment Management Diah Sofiyanti mengatakan reksa dana indeks menjadi pintu masuk untuk mengenalkan produk exchange traded fund (ETF).

 

 “Kami buat reksa dana indeks karena ada demand dari investor, mereka lihat juga kami bisa manage tracking error yang kecil dengan menerbitkan reksa dana berbasis indeks,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Victoria Manajemen Investasi berminat untuk meluncurkan produk reksa dana indeks anyar. Menurut Direktur Utama Victoria Manajemen Investasi Juntrihary M. Fairly, reksa dana indeks yang sedang diracik akan menggunakan indeks IDX30 sebagai acuannya.

 

Merujuk data BEI, sepanjang tahun berjalan IDX30 membukukan kinerja 21,14%, masih di bawah Bisnis-27 sebesar 21,30%, JII 22,83%, dan ISSI sebesar 22,90% year to date.

 

Direktur Utama PG Asset Management Achfas Achsien optimistis masa depan reksa dana indeks cukup bagus. Namun, sosialisasi kepada calon-calon investor baru perlu terus ditingkatkan.

 

Menurut Achfas, reksa dana indeks cocok bagi investor ritel lantaran dapat mengantongi diversifikasi saham yang lebar dengan modal yang terbatas. Instrumen ini juga dapat menghemat biaya transaksi investor ritel dibandingkan dengan membeli satu per satu saham dalam indeks acuan secara langsung.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20161021/441/594524/kala-si-kecil-mulai-dilirik