Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Tren Koreksi Saham pada September, Reksa Dana Pendapatan Tetap Bisa Jadi Alternatif

Wednesday, 14 September 2016


JAKARTA — Indeks harga saham gabungan yang rawan terkoreksi sepanjang September 2016 berisiko menekan kinerja reksa dana saham. Investor yang ingin menghindari risiko fluktuasi IHSG disarankan untuk mengalihkan investasi ke produk reksa dana pendapatan tetap.

Head of Research PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya menuturkan reksa dana saham memang memiliki potensi return yang paling tinggi. Namun, fluktuasi pasar harus menjadi perhatian.

 

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang September 2016 IHSG terkoreksi 170,49 poin atau -3,16% dari level 5.386,06 pada penutupan perdagangan Rabu (31/8), ke level 5.215,57 pada penutupan perdagangan kemarin.

 

"Saat ini sebenarnya kami berpeluang untuk melakukan market timing di reksa dana, maupun average down. Hanya saja, manajemen untuk memasukkan dana harus lebih baik," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Selasa (13/9).

 

Menurut Edbert, penurunan pasar sangat dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik. Salah satu yang paling ditunggu adalah keputusan penaikan Fed Fund Rate. Agar tidak terpapar volatilitas pasar, investor disarankan untuk wait and see dulu.

 

"Disarankan hanya investor profesional saja yang tetap stay di reksa dana saham dalam kondisi seperti ini. Untuk investor yang lebih awam, kalau dari kami melihat ada reksa dana pendapatan tetap yang bisa jadi alternatif," imbuhnya.

 

Lebih lanjut, produk reksa dana pendapatan tetap dinilai layak menjadi alternatif seiring dengan kecenderungan penurunan suku bunga yang menjadi katalis kenaikan harga obligasi.

 

Kendati demikian, return yang dibukukan reksa dana pendapatan tetap tidak akan setinggi reksa dana saham. Hingga akhir tahun, reksa dana berbasis obligasi ini masih berpotensi untuk mengantongi tambahan return sekitar 3%.

 

Mengacu pada Infovesta Fixed Income Fund Index, rerata produk reksa dana pendapatan tetap membukukan return 10,21% sepanjang tahun berjalan. Pada periode yang sama, Infovesta Equity Fund Index mencapai kinerja 15.30%.

 

Sepanjang Januari-Agustus 2016, lima produk reksa dana pendapatan tetap dengan return tertinggi, yakni Mega Dana Pendapatan Tetap 22,22%, Mega Dana Ori Dua 21,37%, Bahana Prime Income Fund 20,01%, Manulife Dana Tetap Utama  19,04%, dan Pendapatan Tetap Abadi 2 sebesar 18,76%.

 

"Biasanya return-nya lebih tinggi dari reksa dana pasar uang. Tetapi fixed income ada komponen surat utang yang juga bisa bergerak fluktuatif sehingga dalam kondisi market bearish, akan lebih rendah bila dibanding pasar uang," pungkas Edbert.

 

RAWAN KOREKSI

 

Direktur Investasi Sucorinvest Asset Management Jemmy Paul Wawointana mengatakan untuk menjaga kinerja reksa dana saham di tengah kondisi pasar yang rawan koreksi, Manajer Investasi menghindari saham yang membukukan beta tinggi.

 

"Biasanya saham yang betanya cukup tinggi, seperti banks, property, dan basic industry dihindari. Switching ke consumer," tuturnya.

 

Saat ini, total dana kelolaan reksa dana saham Sucorinvest sekitar Rp350 miliar. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari lima produk reksa dana saham Sucorinvest, antara lain Sucorinvest Equity Fund dan Sucorinvest Sharia Equity Fund yang masing-masing membukukan return 36,2% dan 35,24% sepanjang tahun berjalan.

 

"Saat ini subscription dan redemtion reksa dana saham seimbang. Dampak tax amnesty belum kelihatan," imbuh Jemmy.

 

Lucky Bayu Purnomo, analis Danareksa Sekuritas, menuturkan potensi kinerja harian IHSG cenderung melemah untuk menguji kisaran 5.200 dan kisaran garis support 5.179, serta garis resistance tertinggi pada level 5.409.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20160914/441/583696/reksa-dana-pendapatan-tetap-bisa-jadi-alternatif