Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Penerbitan RDPT Makin Marak, PNM IM Siap Sinergi

Friday, 02 September 2016


JAKARTA — Reksa dana penyertaan terbatas berbasis proyek semakin semarak diterbitkan oleh Manajer Investasi terdorong oleh program amnesti pajak dan penurunan suku bunga.

 

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, ada 11 produk reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) baru yang mengantongi izin efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang Januari—Agustus 2016.

 

Penerbitan reksa dana penyertaan terbatas  tidak lagi didominasi oleh Danareksa Investment Management dan PNM Investment Management, tetapi mulai dilakoni oleh Bowsprit Asset Management, Ciptadana Asset Management, hingga PG Asset Management dan EMCO Asset Management.

 

Direktur Utama Bowsprit Asset Management Angi Lim menuturkan sebagai salah satu MI yang ditunjuk menjadi gateway dana repatriasi program amnesti pajak, produk RDPT memang dirancang untuk menampung dana tax amnesty.

 

Feber Netyantaka, Direktur Investasi PNM Investment Management, menuturkan pada tahun lalu belum banyak MI yang masuk ke produk RDPT. Seiring meningkatnya pemahaman MI terhadap struktur RDPT dan sosialisasi investor, semakin banyak MI yang tertarik menerbitkan produk ini.

 

“Persaingan mulai banyak dan kami menyambut baik. Bahkan bisa bersinergi menggalang dana untuk proyek yang besar,” kata Feber.

 

Pada Agustus 2016, PNM Investment Management mengantongi izin efektif OJK untuk tiga produk RDPT, yakni RDPT PNM Multisektoral III, RDPT PNM Perumnas 2016, dan RDPT PNM Properti Syariah II.

 

Sepanjang tahun berjalan, manajer investasi pelat merah ini telah menerbitkan lima RDPT yang total nilai mencapai Rp815 miliar.

 

Proyek yang menjadi underlying RDPT PNM pun terdiversifikasi sektornya, mulai dari infrastruktur, properti, pembiayaan, telekomunikasi, hingga per - kebunan-agrobisnis.

 

“Pipeline sampai akhir tahun masih ada Rp600 miliar—Rp800 miliar. Sektornya paling banyak properti, infrastruktur dan pembiayaan sesuai appetite investor,” tuturnya.


Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20160901/430/580347/makin-marak-sejak-pengampunan-pajak