Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Tren Bullish, Pamor Reksadana Pendapatan Tetap Kian Cemerlang

Wednesday, 10 August 2016


JAKARTA – Pamor reksadana pendapatan tetap mulai merangsek naik di awal tahun 2016. Penyebabnya tak lain karena keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan tiga kali dalam tiga bulan pertama tahun 2016 ini. Alhasil pasar obligasi dalam negeri mulai menarik minat banyak pihak, termasuk manajer investasi.

 

Presiden Direktur CIMB Principal Asset Management Ridwan Soetedja berujar, perusahaan manajer investasi sengaja memarkirkan dana pada surat berharga negara (SBN). Sebab, di kala pasar surat utang domestik bullish, harga SBN akan menanjak lebih kencang ketimbang pergerakan harga obligasi korporasi.

 

Pasalnya, likuiditas SBN yang jauh lebih besar dibandingkan dengan obligasi korporasi. Terlebih jenis instrumen ini bebas risiko, karena diluncurkan oleh pemerintah.

 

Ke depan, reksadana pendapatan tetap bisa tetap terbang tinggi. Mengingat pasar obligasi tengah memanas. Selain pemangkasan BI rate, kondisi nilai tukar rupiah yang stabil jadi penggerak utama.

 

Analis Infovesta Utama Beben Feri Wibowo memproyeksikan, sepanjang tahun 2016, kinerja reksadana pendapatan tetap bisa mengukir hingga 12%-14%.

 

Di waktu mendatang, pasar obligasi memang berpotensi melanjutkan tren bullish. "Setidaknya ada peluang BI rate turun minimal 25 bps lagi," tuturnya.

 

Sumber : Kontan.co.id

http://investasi.kontan.co.id/news/reksadana-campuran-menjadi-jawara