Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Dorong Dana Repatriasi, OJK Suntik Insentif bagi Produk KPD dan RDPT

Thursday, 21 July 2016


JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan resmi menurunkan batas minimal dana kelolaan instrumen investasi kontrak pengelolaan dana (KPD) dari Rp10 miliar menjadi Rp5 miliar dan telah merestui rencana BEI memberikan insentif aksi tender offer di lantai bursa.

 

Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, menuturkan otoritas turut menyiapkan sejumlah regulasi untuk mendukung bergulirnya kebijakan amnesti pajak dan dana repatriasi ke dalam negeri.

 

"KPD selama ini dana kelolaan awal Rp10 miliar, ada kebutuhan diturunkan jadi Rp5 miliar, sudah kami sesuaikan," kata Nurhaida, Rabu (20/7).

 

Selain itu, aturan tentang reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) juga diperlonggar dengan memberikan waktu selama satu tahun kepada manajer investasi untuk mencari proyek sasaran setelah sukses menghimpun dana dari paling banyak 50 investor.

 

OJK pun menyederhanakan ketentuan soal prinsip know your costumer (KYC) sekuritas dan manajer investasi. Peserta tax amnesty yang ingin menginvestasikan dana yang direpatriasi atau dideklarasikan ke dalam instrumen saham dan obligasi tidak lagi ditanya mengenai sumber dana oleh sekuritas dan MI. "Nanti cukup disebut sumber dana tax amnesty disertai bukti surat keterangan," tuturnya.

 

Nurhaida menambahkan usulan BEI untuk memberikan insentif aksi tender offer saham untuk mendorong aliran dana repatriasi tax amnesty ke pasar saham juga telah disetujui OJK.

 

Perampingan proses tender offer, lanjutnya, sedang dibahas oleh otoritas bersama Bursa Efek Indonesia. Aturan yang memuat insentif tersebut diharapkan rampung sebelum Agustus 2016.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

http://koran.bisnis.com/read/20160721/441/567941/ojk-suntik-insentif