Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Tampung Dana Tax Amnesty, 18 MI Bergerak Cepat

Wednesday, 20 July 2016


JAKARTA – Manajer Investasi yang masuk dalam kriteria penampung dana repatriasi tax amnesty bergerak cepat untuk menyiapkan instrumen investasi yang akan ditawarkan kepada investor.

 

Berdasarkan seleksi yang digelar secara tertutup oleh OJK, sebanyak 18 dari 84 manajer investasi dinilai memenuhi kriteria sebagai pintu masuk (gateway) dana repatriasi kebijakan pengampunan pajak yang mulai berlaku pada Senin (18/7). Salah satunya adalah PNM Investment Management.

 

Secara rinci, 18 Manajer Investas yang akan ditunjuk di antaranya adalah Schroder Investment Management Indonesia, Eastspring Investment, Manulife Aset Manajemen Indonesia, Bahana Investment Management, Mandiri Manajemen Investasi, Danareksa Investment, BNI Asset Management, PNM Investmen Management dan lainnya.

 

Berdasarkan Peraturan Menkeu No.118/2016 tentang Pengampunan Pajak, dana repatriasi tax amnesty wajib diinvestasikan di Indonesia minimal selama tiga tahun dan wajib dilaporkan secara berkala setiap enam bulan selama tiga tahun.

 

Ada lima kriteria yang harus dipenuhi para MI penampung dana repatriasi tax amnesty. Yakni, manajer investasi BUMN atau anak perusahaan BUMN, masuk daftar 10 MI dengan dana kelolaan terbesar, mengelola RDPT sektor riil dengan dana kelolaan minimal Rp200 miliar, mengelola DIRE dan tidak terkena sanksi administratif berupa pembatasan kegiatan usaha oleh OJK dalam satu tahun terakhir.

 

Menurut Dirut Aberdeen Asset Management Sigit Wiryadi, produk investasi yang cocok untuk menampung dana tax amnesty domestik antara lain reksa dana terproteksi, reksa dana obligasi pemerintah, DIRE, efek beragun aset, dan reksa dana berbasis proyek sektor riil.

 

Sumber : Bisnis Indonesia