Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

Bunga Turun, Return Obligasi Lebih Menarik Capai 20%

Thursday, 14 April 2016


JAKARTA — Penurunan tingkat suku bunga perbankan akan membuka kesempatan memperkenalkan produk investasi kepada masyarakat. Masyarakat yang biasanya menyimpan dana pada deposito dapat mulai melirik instrumen lain, seperti reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap.

Instrumen investasi tersebut memberikan potensi imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Diperkirakan tingkat return obligasi dapat mencapai 20% pada tahun ini.

"Pasar obligasi menarik," kata Presiden Direktur Sucorinvest Asset Management Adrian Panggabean, Rabu (13/4), di Jakarta.

Adrian membandingkan, dengan penurunan suku bunga perbankan plus potongan pajak 20 persen, penyimpanan uang di deposito menjadi kurang menarik. Sebaliknya, reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap dengan instrumen investasi obligasi memberi imbal hasil lebih baik.

Penurunan suku bunga membuat harga obligasi meningkat. Menurut Adrian, para manajer investasi kini mulai memperbesar porsi penempatan dana pada obligasi.

Permintaan para investor di pasar obligasi pun semakin banyak. Selasa (13/4), pemerintah kembali melelang obligasi. Dari total penawaran Rp 32,03 triliun, pemerintah menyerap dana lelang Rp 18 triliun. Seri FR0056 bertenor 10 tahun mendapatkan penawaran terbanyak.

"Kami tetap berpandangan positif terhadap pasar obligasi dan permintaan akan bagus," kata Danny Suwanapruti, analis ANZ Bank, dalam risetnya.

Sumber : Kompas/Investor Daily