Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

BI Rate Turun Jadi 6,75%, IHSG dan Rupiah Makin Menguat

Friday, 18 March 2016


JAKARTA-Keputusan Bank Sentral AS (The Fed) menahan Fed funds rate (FFR) pada posisi 0,25- 0,50% direspons Bank Indonesia (BI) dengan memangkas BI rate ke level 6,75% dalam rapat dewan gubernur (RDG), Kamis (17/3) petang.

Itu merupakan penurunan BI rate ketiga kalinya secara berturut-turut sebesar 25 basis poin (bps) sejak Januari 2016. Bank sentral bahkan mengindikasikan BI rate masih berpeluang turun lagi, sehingga target suku bunga single digit perbankan tercapai tahun ini.

Para analis yakin sinyal Dovish (kebijakan suku bunga rendah) yang ditunjukkan The Fed dan pelonggaran moneter oleh Bank Sentral Jepang (BoJ) dan Bank Sentral Uni Eropa (ECB) bakal mendorong perbaikan data ekonomi Indonesia.

Rupiah diperkirakan menguat ke kisaran Rp 13.700-12.500 per dolar AS, sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menembus level psikologis 5.000 hingga akhir tahun.

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin ditutup naik 24,24 poin (0,49%) ke level 4.885,68. Adapun nilai tukar rupiah naik tipis ke posisi Rp 13.166 dibanding hari sebelumnya Rp 13.169 per dolar AS. Investor asing membukukan beli bersih saham (net buy) senilai Rp 374,2 miliar, sehingga net buy asing secara year to date (ytd) mencapai Rp 3,88 triliun.

Penguatan IHSG terjadi sejalan dengan menghijaunya indeks saham regional sebagai imbas pertemuan FOMC. Kecuali indeks Nikkei Jepang, seluruh bursa saham di Asia Pasifik ditutup di zona positif. BI sendiri menggelar RDG setelah pasar saham tutup.

Namun, para pelaku pasar saham sudah mengantisipasi sejak perdagangan dibuka. Efek positif BI rate di lantai bursa domestik diperkirakan berlanjut pada perdagangan hari ini (Jumat, 18/3).

 

Sumber : Investor Daily