Please wait...

BERITA

Sekilas Perseroan

BI Rate Turun, Manajer Investasi Perbesar Porsi Obligasi

Wednesday, 20 January 2016


JAKARTA - Pekan lalu, Bank Indonesia (BI) akhirnya memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 7,25%. Pelonggaran kebijakan moneter ini tentu saja akan berdampak pada sejumlah instrumen investasi, termasuk reksadana.

Hal ini membuat manajer investasi (MI) mengubah strategi mengelola reksadana. Senior Fund Manager PT BNI Asset Management (BNI-AM) Hanif Mantiq optimistis, akibat penurunan BI rate, pasar obligasi dan saham akan bullish.

Di sisi lain, penurunan BI rate juga bakal menyeret turun suku bunga deposito. Wajar jika perusahaan manajemen investasi ini cenderung menahan diri untuk memarkirkan dana pada instrumen deposito.

"Deposito sudah pasti negatif. Perbankan menyesuaikan suku bunga deposito dengan penurunan suku bunga BI," kata Hanif.

Investment Director PT Sucorinvest Asset Management Jemmy Paul Wawointana juga optimistis pasar obligasi dalam jangka panjang akan melaju kencang, karena masih ada peluang penurunan suku bunga BI.

"Kemungkinan BI rate turun lagi masih terbuka, minimal 50 bps lagi," tutur Jemmy. Porsi SUN Dengan melihat prospek obligasi yang cerah, Jemmy bilang Sucorinvest bakal menggemukkan porsi obligasi dalam portofolio reksadana mereka dari semula 25% menjadi 50%.

Diproyeksikan reksa dana jenis pendapatan tetap akan mencetak imbal hasil atau return sekitar 15-20% pada tahun ini.

Sumber : Kontan.co.id